Penderita hipertensi (tekanan darah tinggi) sering kali bingung saat hendak menjalani ibadah puasa. Pasalnya, diet yang kurang tepat akan mengganggu kesehatan mereka. Apalagi selama puasa, hormon-hormon yang terdapat dalam tubuh Milk Lovers mengalami fluktuasi yang mendorong kenaikan tekanan darah yang cukup signifikan.

Syukurnya, Milk Lovers yang mempunyai riwayat hipertensi masih berpeluang berpuasa. Bahkan studi yang diterbitkan di Journal of Hypertension pada 2016 mengungkapkan puasa membantu penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi ringan hingga sedang. Hanya saja, ada sejumlah anjuran yang harus Milk Lovers patuhi, antara lain:

  • Penuhi Kebutuhan Minum Air Putih

Saran klasik yang akan berdampak besar pada keberhasilan Milk Lovers selama berpuasa. Sayangnya, belum banyak orang yang tahu bila dehidrasi berpengaruh pada kestabilan tekanan darah. Jika Milk Lovers tak mau gagal di tengah jalan, sebaiknya penuhi selalu kebutuhan tubuh akan air putih.

Maksimalkan konsumsi air putih saat sahur dan berbuka. Hindari jenis minuman seperti kopi, teh, atau minuman bersoda yang berisiko meningkatkan tekanan darah sampai 10 mmHg.

  • Jauhi Menu Makanan Tinggi Garam

Suka makanan atau camilan gurih? Ada baiknya Milk Lovers mulai mengurangi konsumsi makanan tinggi garam kalau ingin puasanya berjalan lancar. Dengan menjauhi jenis makanan ini, tekanan darah dalam tubuh dapat berkurang sekitar 5 hingga 6 mmHg.

Membatasi asupan garam harian menjadi 5 gram per hari pun akan bermanfaat untuk kesehatan jantung Milk Lovers, lho. Ganti garam dengan penyedap alami seperti bawang putih yang lebih aman.

  • Perbanyak Buah dan Sayur Mayur

Menyantap buah dan sayur selama berpuasa akan mengurangi efek natrium terhadap darah, terutama bila Milk Lovers mengonsumsi sumber kalium tinggi. Jika dilakukan dengan dosis yang tepat, tekanan darah dalam tubuh bisa berkurang sampai 11 mmHg!

Lantas, jenis sayur dan buah apa yang sebaiknya dikonsumsi? Sayuran hijau seperti sawi, bayam, dan brokoli. Sedangkan untuk buah-buahan bisa seperti jeruk, mangga, alpukat, serta melon.

  • Porsi Olahraga dan Istirahat Cukup

Siapa bilang Milk Lovers tidak boleh olahraga selama menjalani puasa? Justru olahraga membantu Milk Lovers menjaga ketahanan tubuh selama latihan fisik yang dilakukan tak terlalu berat. Selain itu, sebuah penelitian menyebutkan berolahraga selama puasa berpotensi menurunkan risiko hipertensi.

Imbangi aktivitas tersebut dengan istirahat yang cukup. Apalagi selama puasa, Milk Lovers harus bangun menjelang subuh yang mana memotong jam tidur sekitar beberapa jam dari porsi normal.

Terakhir, jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter, ya. Dengan mengetahui kondisi kesehatan, Milk Lovers juga bisa mengaplikasikan diet yang tepat agar tekanan darah tetap stabil. Konsumsi juga resep obat dari dokter bila diberikan supaya puasa Milk Lovers tidak berantakan.