Menjalankan ibadah puasa sepanjang Ramadan menjadi tantangan bagi sebagian orang, salah satunya penderita diabetes. Milk Lovers yang sudah di diagnosis dengan penyakit kencing manis harus lebih hati-hati saat mengonsumsi makanan dan minuman, apalagi berpuasa yang jam makannya lebih terbatas. Maka, sebagai bahan pertimbangan, ada baiknya Milk Lovers mengenali risiko-risiko yang berpeluang dihadapi para penderita diabetes selama berpuasa.

Hipoglikemia

Hipoglikemia merupakan penurunan abnormal glukosa dalam tubuh. Studi EPIDIAR menyatakan bahwa risiko gangguan ini meningkat sekitar 4,7 kali lipat pada penderita diabetes tipe 1 dan 7,5 kali lipat pada penderita diabetes tipe 2. Salah dua penyebab hipoglikemia adalah perubahan dosis dalam anti-diabetik oral serta insulin dan perubahan gaya hidup yang signifikan selama puasa berlangsung.

Hiperglikemia

Sejumlah penelitian menemukan bahwa penderita diabetes yang berpuasa akan mengalami perubahan pada kontrol glukosa darah—entah membaik atau memburuk. Kemudian, studi EPIDIAR menunjukkan adanya peningkatan risiko hiperglikemia mencapai 3-5 kali lipat pada pasien diabetes. Kondisi ini pada umumnya dipicu pengurangan dosis obat berlebihan dan peningkatan pola konsumsi selama puasa.

Ketoasidosis diabetikum

Selanjutnya, ada ketoasidosis diabetikum yang hanya dialami para penderita diabetes tipe 1. Milk Lovers yang mempunyai jenis diabetes tersebut dan nekat berpuasa akan lebih berpeluang mengalami kondisi ini, apalagi kalau pengendalian terhadap glukosanya buruk. Ketoasidosis diabetikum akan semakin parah kalau ada pengurangan dosis pengobatan secara berlebihan.

Dehidrasi dan trombosis

Sepanjang berpuasa, Milk Lovers memang rentan mengalami dehidrasi, karena tubuh tidak menerima asupan cairan jangka panjang (11-16 jam per hari). Kondisi kekurangan cairan pun akan semakin parah dengan pengeluaran keringat berlebih atau pespirasi yang biasanya diakibatkan perubahan kegiatan maupun cuaca selama puasa berlangsung.

Tips berpuasa yang aman untuk penderita diabetes

Kendati berisiko, bukan berarti Milk Lovers yang menderita diabetes dilarang berpuasa. Milk Lovers diizinkan melaksanakannya, asalkan:

- Sudah berkonsultasi dengan dokter. Berbeda dengan pasien diabetes tipe 1 yang benar-benar tak diizinkan berpuasa, pasien diabetes tipe 2 diberikan keringanan selama sudah berkonsultasi dengan dokter tepercaya;

- Mengurangi konsumsi gula berlebih. Milk Lovers diperbolehkan berpuasa? Selanjutnya, Milk Lovers pastikan menu makanan yang disantap tidak mengandung gula berlebih. Jika mau makan yang manis-manis, ganti dengan kurma dan buah-buahan sehat;

- Rutin memeriksa kadar gula darah. Kebiasaan yang satu ini kadang dilewatkan karena alasan malas atau merepotkan. Kenyataannya, memeriksa kadar gula darah secara berkala selama Milk Lovers berpuasa akan membantu mengatur asupan makan hingga mencegah risiko komplikasi.

Demikian informasi seputar risiko dan tips yang dapat Milk Lovers ikuti bila ingin aman berpuasa. Jangan lupa untuk meminta dukungan dan bantuan dari orang-orang terdekat agar semakin maksimal.