Seperti yang mungkin sudah Milk Lovers ketahui, penyalahgunaan obat pasti memiliki efek samping yang membahayakan tubuh. Hal ini tak terkecuali dalam kasus penyalahgunaan Tramadol dan Riklona, dua dari beragam jenis obat penenang.

Tentang Tramadol dan Riklona

Akan tetapi, apa ya sebenarnya Tramadol dan Riklona ini? Apakah sebenarnya kedua jenis obat tersebut memang aman digunakan? Atau apakah sama sekali tidak boleh dikonsumsi?

Tramadol sendiri merupakan obat anti-nyeri atau analgetik yang dapat dikonsumsi untuk membantu mengurangi rasa sakit sedang hingga berat. Cara kerja Tramadol terjadi pada sistem saraf untuk mengubah rasa sakit yang dirasakan tubuh. Umumnya, obat ini diberikan kepada pasien kanker atau pasien yang telah menjalani pengobatan atau operasi karena kecelakaan dan sebagainya.

Sedangkan Riklona sendiri adalah jenis obat yang dikonsumsi untuk membantu pasien menangani kejang-kejang sebagai akibat dari gangguan kecemasan, epilepsi, dan gangguan bipolar. Terlepas dari fungsi dari kedua jenis obat ini, penyalahgunaan dan konsumsi di atas dosis tanpa pengawasan dokter tentu dapat mengakibatkan masalah kesehatan bagi tubuh.

Risiko Penyalahgunaan Tramadol dan Riklona

Milk Lovers tentu sudah tahu kalau masing-masing obat punya efek samping yang berbeda-beda. Kalau begitu, apa ya efek samping dari Tramadol dan Riklona, terutama yang dikonsumsi secara sembarangan tanpa resep maupun pengawasan dokter?

1. Risiko penyalahgunaan Tramadol

Tramadol pada dasarnya adalah salah satu golongan opioid. Sebagai tambahan, heroin dan morfin juga termasuk ke dalam golongan obat-obatan opioid. Dalam jangka panjang, penggunaan Tramadol berarti bisa mengakibatkan ketergantungan dan pastinya efek samping, apalagi jika konsumsinya tanpa anjuran dokter.

Bahkan, dampak overdosis Tramadol juga sangat fatal, dengan beberapa gejala seperti napas sesak, denyut jantung menurun, kantuk yang terasa berat, hipotensi atau tekanan darah rendah, otot melemah, hingga kulit yang menjadi pucat dan dingin.

Di samping itu, pecandu Tramadol juga bisa mengalami kondisi seperti mual, muntah, sembelit, dan rasa sakit kepala yang menyerang kapan saja. Lebih lanjut lagi, penyalahgunaan dan kecanduan Tramadol juga bisa mengakibatkan penurunan fungsi otak, bahkan kematian, terutama jika dosisnya sudah jauh di atas batas.

2. Risiko penyalahgunaan Riklona

Lalu, bagaimana dengan penyalahgunaan Riklona? Pastinya, ada berbagai risiko berbahaya yang perlu diperhatikan sebagai akibat dari penggunaan Riklona tanpa pengawasan dokter. Biasanya, efek dari penyalahgunaan Riklona adalah jadi gampang lupa, kelelahan, kesulitan berkonsentrasi, gangguan pada koordinasi tubuh, ataksia, bicara yang jadi tak jelas, nafsu makan hilang, dan peningkatan produksi air liur, terutama pada anak.

Dampak dari penggunaan Riklona jadi semakin berbahaya dan berisiko apabila terdapat beberapa gejala lain yang mengikuti. Seperti jadi agresif, hiperaktif, dan mudah marah, berperilaku aneh dan berhalusinasi, detak jantung yang tak beraturan, kesulitan buang air besar, dan pendarahan hebat. Efek samping yang cukup parah dari penyalahgunaan Riklona adalah timbulnya rasa atau pikiran untuk menyakiti diri sendiri (self-harming), bahkan bunuh diri.