Beberapa cara dilakukan orangtua supaya anak mereka suka makan sayur. Dari menyelipkannya ke makanan lain, mengiming-imingi anak dengan hadiah, hingga mengancam mereka tak boleh bermain kalau belum menghabiskan sayuran. Lantas, Sophia Komninou—pakar gizi anak dari Universitas Swansea—mengatakan bahwa cara-cara tersebut sebenarnya tak boleh dilakukan Milk Lovers sebagai penanganan anak yang susah makan sayur.

Menurut Komninou, ada metode yang lebih bersahabat dan lembut yang mampu mendorong anak-anak supaya mau makan sayur, antara lain:

Rutin mengonsumsi sayur saat hamil

Menumbuhkan minat anak terhadap sayur ternyata dapat Milk Lovers lakukan sejak dia masih ada di dalam kandungan. Milk Lovers bisa mengawalinya sejak di bulan-bulan awal kehamilan, karena di masa tersebut perkembangan kebiasaan makannya dapat dikendalikan. Semakin besar anak, maka semakin besar pula kebutuhan yang diperlukan untuk menyantap sayuran berbeda. Jadi, biasakanlah diri Milk Lovers untuk memakan sayuran sejak tahap awal kehamilan.

Sering menyajikan sayuran dalam menu

Selanjutnya, untuk menawarkan sayur kepada anak tanpa terkesan memaksa, sering-seringlah sajikan sayur dalam menu makan sehari-hari. Mulanya, Milk Lovers mungkin bakal kesulitan, karena anak akan menolak hidangan tersebut. Akan tetapi, jangan langsung menyerah kalau baru ditolak 3-5 kali, karena berdasarkan sebuah survei, balita baru mau menyantap makanan bersayur setelah dirayu sampai 15 kali. Jadi, jangan menyerah duluan, ya, Milk Lovers!

Hindari menyembunyikan sayur di makanan

Banyak orangtua menganggap trik ini ampuh buat dipraktikan. Namun, menurut Komninou, menyelipkan sayur di dalam makanan lain bukanlah cara terbaik, karena walau anak berhasil memakan sayuran, tapi dia tak akan tahu manfaat sesungguhnya dari sayur tersebut. Jika mereka diminta hanya makan sayur tanpa ada tambahan lain, maka mereka tetap akan menolaknya. Maka ada baiknya Milk Lovers hindari cara ini dan perkenalkan anak kepada sayur beserta kebaikannya.

Ajaklah anak menyiapkan makanan bersayur

Metode ini akan memberikan pemahaman anak terhadap makanan yang disajikan alih-alih apa yang ada di piring. Milk Lovers dapat menerapkan metode ini bila anak sudah cukup besar dan membawa benda tanpa menjatuhkannya. Mungkin dalam beberapa situasi, mereka akan membuat dapur berantakan, tapi jangan marahi mereka dan ajaklah untuk membersihkannya bersama. Kenalkan pula bahan-bahan baku kepadanya agar dia tahu bentuk asli dari setiap komponen.

Semoga tips ini dapat membantu Milk Lovers yah!