Bubur ayam dan lontong sayur merupakan 2 menu sarapan cukup populer di Indonesia. Bubur ayam dan lontong sayur sekarang ini sudah punya banyak varian, dengan tambahan bahan-bahan bernutrisi, seperti tambahan ati ayam, daging, sayuran, telur rebus dan lainnya.

Tapi sayang, ternyata bubur ayam dan lontong sayur tinggi kalori lho! Lantas, manakah yang lebih sehat dari kedua menu sarapan populer ini?

Menurut Dr Rita Ramayulis, DCN, M.Kes, Ketua Indonesia Sport Nutritionist Association (ISNA), pada dasarnya keduanya merupakan makanan sehat, selama makanan tersebut bebas dari bakteri berbahaya, virus, atau mikroba dan terbuat dari bahan-bahan yang bersih.

Hanya saja, lontong sayur menang dalam hal gizi seimbang. Mengingat dalam makanan ini terdapat sayuran, meskipun dalam kadar sedikit dan mungkin nutrisinya sudah hilang sebagian karena proses memasak yang terlalu matang.

Sedangkan bubur ayam, menang dalam kandungan protein. Hal ini disebabkan karena bubur ayam biasanya diolah dari kaldu ayam yang langsung dibuat dari ayam utuh. Selain itu, makanan ini pun biasanya disajikan bersama telur rebus, dan bahan lainnya.

Dengan kata lain, kedua makanan tersebut sebenarnya imbang, tapi kurang baik untuk kesehatan, terutama bagi mereka yang sedang diet karena tinggi kalori.

Solusi terbaik, Milk Lovers bisa mengolah lontong sayur dan bubur sendiri. Untuk lontong sayur, disarankan untuk memperbanyak sayurannya, dan jangan diolah hingga matang. Cukup sampai sayuran layu saja. Jangan lupa, tambahkan sumber protein, seperti telur, daging dan lainnya.

Sedangkan untuk bubur ayam, sebaiknya tambahkan banyak sayuran ke dalam buburnya. Sama seperti lontong sayur, cara pengolahan sayuran untuk bubur ayam pun harus diperhatikan agar kandungan nutrisinya tetap lengkap.

Nah bagaimana menurut kamu Milk Lovers, lebih baik lontong sayur atau bubur ayam?