Berlibur di pantai memang seru ya Milk Lovers? Baik itu berlibur dengan teman-teman atau keluarga, suasana pantai dengan anginnya yang segar, suara ombaknya yang menenangkan, hamparan pasirnya yang halus, serta segarnya percikan air laut pasti bisa membuat pikiran kembali segar.

Sayangnya, wisata di pantai juga punya risikonya tersendiri, yaitu kulit yang terbakar, alias sunburn. Bukan hanya menggelap, kulit terbakar juga akan terasa sakit saat dipegang, bahkan bisa sampai mengelupas. Apalagi, efek dari kulit terbakar karena paparan sinar matahari berlebih bisa bertahan hingga berhari-hari. Tentunya hal ini sangat tidak nyaman dan bisa mengganggu aktivitas, kan?

Karena itu, kalau Milk Lovers sudah berencana untuk berlibur di pantai dalam waktu dekat ini, yuk lakukan beberapa tips penting ini demi menjaga kulit dari bahaya terbakar selama dan setelah liburan nanti! Selamat membaca, ya!

Tips Mencegah dan Mengatasi Kulit Terbakar

  1. Gunakan Sunscreen.

Sunscreen atau sunblock adalah benda wajib yang harus Milk Lovers bawa dan gunakan saat berlibur ke pantai. Apalagi, penggunaannya tidak cukup hanya sebelum berpanas-panasan saja, tapi juga selama Milk Lovers menghabiskan waktu di pantai. Artinya, Milk Lovers harus mengoleskan kembali sunscreen setiap beberapa jam sekali – idealnya sih setiap 2 jam.

Untuk jenis sunscreen yang dipakai, pilihlah yang waterproof alias kedap air agar tidak mudah luntur ketika Milk Lovers bermain air laut nantinya. Di samping itu, pilih sunscreen yang punya kandungan SPF 50 – angka ini adalah angka tertinggi. Apabila diaplikasikan dengan tepat, sunscreen dengan SPF 50 bisa memberikan perlindungan optimal dan mencegah hingga 98 persen sinar UVB.

  1. Hindari Paparan Langsung Sinar Matahari Sesering Mungkin.

Hal ini mungkin memang sulit untuk dilakukan, mengingat pantai ya memang tempatnya untuk berpanas-panasan, kan? Karena itu, Milk Lovers bisa tentukan sendiri berapa lama waktu yang perlu dihabiskan di bawah terpaan sinar matahari langsung sebelum akhirnya berteduh. Nah, sambil berteduh, Milk Lovers bisa beristirahat sejenak sambil mengoleskan kembali sunscreen, kan? Hal ini bertujuan untuk menekan tingkat keparahan akibat dari sinar matahari hingga seminimal mungkin.

Bagaimana Kalau Kulit Sudah Terlanjur Terbakar?

Tahukah Milk Lovers kalau sebenarnya tanda-tanda kulit terbakar biasanya muncul hanya dalam waktu 15 menit saja? Tapi, seringnya tanda-tanda tersebut tidak disadari hingga 3 atau 5 jam lewat setelah Milk Lovers kembali dari pantai. Kalau begini, apa yang bisa Milk Lovers lakukan, ya?

Untuk meredakan rasa sakit atau tidak nyaman gara-gara kulit terbakar, coba lakukan beberapa cara berikut ini.

  • Gunakan obat pereda rasa sakit seperti ibuprofen atau naproxen – pilih obat oles atau obat telan non-steroid dan anti-radang. Jika digunakan lebih dini, kulit kemerahan karena sunburn bisa dikurangi.
  • Minum air putih dalam jumlah banyak, karena ada risiko tubuh jadi kepanasan dan mengalami gejala dehidrasi karena terlalu lama berada di bawah sinar matahari.
  • Hindari paparan langsung sinar matahari, misalnya dengan menggunakan payung dan mengenakan baju berlengan panjang saat beraktivitas di luar ruangan. Hal ini untuk mencegah makin parahnya kulit Milk Lovers yang sudah mengalami tanda-tanda kulit terbakar.
  • Gunakan pelembap pada kulit atau gel lidah buaya yang bisa bantu menenangkan kulit pasca terbakar sinar matahari.

Jika rasa panas dan sakit karena kulit terbakar terasa tidak nyaman, Milk Lovers bisa mandi atau berendam di dalam air dingin untuk meredakan sensasi tersebut.