Seni merajah tubuh atau menato saat ini telah menjadi bagian dari gaya hidup, khususnya kalangan muda-mudi. Milk Lovers mungkin pernah bertemu atau bahkan berteman dengan orang-orang yang mempunyai tato di beberapa bagian tubuhnya. Meski terlihat indah dan artistik, ternyata tinta dari tato dapat menimbulkan efek samping kepada pemiliknya. Apalagi kalau benda-benda yang dipakai untuk menato tidak steril atau kurang higienis.

Lantas, apa saja pengaruh tinta tato yang akan dirasakan oleh tubuh Milk Lovers? Simak pemaparannya di bawah ini.

Menyebabkan Infeksi

Penggunaan benda-benda yang kurang terawat untuk merajah tubuh akan mengundang penyakit berat seperti hepatitis C hingga infeksi Human Imunodeficiency Virus (HIV). Hepatitis C bisa berkembang jadi pengerasan hati (sirosis) sampai kanker. Bahkan, Milk Lovers bisa terkena infeksi mikroba yang langka seperti Mycobacterium chelonae. Beberapa gejala yang ditimbulkan infeksi ini antara lain bagian tato yang mengalami pembengkakan, peradangan, dan kulit kemerahan.

Memicu Alergi

Seperti halnya makanan, ternyata tato juga bisa memicu alergi, Milk Lovers. Kadang alergi baru muncul saat Milk Lovers melakukan proses pembuatan tato untuk kali kedua atau berikutnya. Mungkin juga akan terjadi pada tato yang sama beberapa bulan kemudian. Alergi yang disebabkan tato dapat disembuhkan lewat injeksi steroid. Namun dalam kasus yang lebih parah, Milk Lovers harus melakukan pengangkatan kulit yang terkena alergi dengan operasi.

Menyaru Gejala Penyakit

Tato yang membungkus permukaan kulit berpotensi menyamarkan gejala beberapa penyakit kulit. Salah satunya adalah melanoma, karsinoma sel basal, dan karsinoma sel skuamosa yang termasuk ke dalam kanker kulit. Seperti yang kita tahu, gejala kanker kulit biasanya dideteksi lewat permukaan kulit dan tato akan menyembunyikannya—terutama oleh tato berwarna hitam. Jika Milk Lovers tidak menyadarinya dengan cepat, kanker tersebut akan mengancam kesehatan tubuh.

Kulit yang Mudah Terbakar

Ada beberapa jenis tinta yang digunakan untuk merajah tubuh, salah satu jenisnya memiliki kandungan cadmium. Rupanya, cadmium bisa meningkatkan risiko terbakarnya kulit akibat paparan sinar matahari, Milk Lovers. Orang-orang yang memiliki tato dan menderita kulit terbakar umumnya melalui proses rajah tubuh dengan menggunakan tinta tato berwarna merah, kuning, biru, dan hitam. Menggunakan tinta tato selain cadmium mungkin bisa mengurangi risiko ini.

Reaksi dari Ion Listrik

Tato ternyata dapat menghambat Milk Lovers yang ingin melakukan pemertiksaan kesehatan. Sebuah laporan di tahun 2011 menyebutkan, seorang pemain sepakbola mengalami luka bakar saat sedang melakukan pemindaian Magnetic Resonance Imaging (MRI). Luka tadi ditemukan pada tato berwarna hitam pada tubuhnya dan diakibatkan arus listrik yang diciptakan tinta tato. Tinta tadi disinyalir memiliki kandungan besi oksida.