Anak yang susah makan merupakan salah satu masalah klasik yang cukup membuat banyak orang tua bingung menghadapinya. Biasanya, masalah ini diperparah dengan hobi anak yang suka jajan makanan ringan yang rendah kandungan gizi.

Jika terus dibiarkan, kondisi ini bukan hanya dapat membuat Si Kecil rentan kekurangan gizi, tapi juga dapat membuatnya mudah sakit. Alhasil, untuk menyiasati masalah ini. vitamin penambah nafsu makan pun dijadikan solusi.

Sebenarnya Si Kecil Butuh Vitamin Penambah Nafsu Makan atau Tidak Sih?

Dilansir dalam hellosehat, sebenarnya tidak semua anak membutuhkan vitamin penambah nafsu makan. Berikut merupakan beberapa kondisi yang membuat Si Kecil dianggap butuh suplemen penambah nafsu makan.

  1. Anak yang makannya tidak teratur meskipun Anda sudah terus mengingatkannya.
  2. Anak yang sangat pemilih dalam hal makanan, misalnya tidak mau makan sayuran.
  3. Anak dengan kondisi medis tertentu, misalnya penderita asma dan masalah pencernaan
  4. Anak yang hanya mau mengonsumsi makanan ringan, dan dia akan mogok makan jika tidak mendapatkan makanan ringan tersebut.
  5. Anak yang terlalu sering mengonsumsi minuman bersoda, sehingga tidak cukup mendapatkan vitamin dan mineral

Jika tidak berada dalam kondisi di atas, sebaiknya anak tidak perlu diberi vitamin penambah nafsu makan. Hal ini dikhawatirkan akan membuat anak mengalami lonjakan nafsu makan yang tidak terkendali, sehingga berisiko menimbulkan obesitas.

Untuk mendapatkan vitamin penambah nafsu makan terbaik, Anda sangat disarankan untuk berkonsultasi dulu dengan dokter. Ini penting dilakukan agar Si Kecil mendapat produk vitamin yang sesuai dengan kebutuhan.

Jika nafsu makan Si Kecil sudah mulai meningkat, dan dia mulai makan secara teratur, sebaiknya segera hentikan pemberian suplemen ini secara bertahap dengan cara mengurangi dosisnya. Semoga bermanfaat Milk Lovers!