Harus tetap di rumah selama masa pandemi bukan sesuatu yang mudah untuk dihadapi. Tidak hanya orang dewasa, mereka yang sudah menginjak usia remaja juga pasti akan merasa tidak nyaman jika harus beraktivitas di rumah saja dalam jangka waktu yang lama.

 

Di usia remaja, seharusnya mereka bisa mengembangkan diri dengan melakukan berbagai macam kegiatan di luar rumah, seperti ke sekolah, mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, mengikuti lomba, atau bergabung dalam beragam komunitas. Tapi karena pandemi, kegiatan-kegiatan tersebut harus mereka lakukan hanya dari rumah saja.

 

Selain bosan, harus beraktivitas di rumah saja juga bisa menyebabkan remaja merasa stres, cemas, waswas, hingga ketakutan yang berlebih. Berbagai masalah mental ini tidak boleh diremehkan karena bisa mempengaruhi kesehatan mental mereka. Lalu, adakah cara untuk mencegahnya? Berikut adalah cara menjaga kesehatan mental remaja selama pandemi.

 

  1. Manfaatkan teknologi internet & media sosial

 

Teknologi internet dan media sosial sangat membantu menjaga kesehatan mental remaja selama di rumah. Dilansir dari laman situs Kompas, menurut psikolog anak dan keluarga, Anna Surti Ariani, remaja perlu ngobrol agar tidak merasa sendiri dan tertinggal dari tren film atau mungkin lagu-lagu yang juga didengarkan oleh teman-temannya. Nah, karena tidak bisa bertemu langsung dengan teman-temannya, mereka bisa memanfaatkan teknologi internet & media sosial.

 

  1. Menoleransi beberapa hal dalam batas-batas tertentu

 

Saat mereka bersosialisasi dengan teman-temannya melalui internet & media sosial, mungkin akan ada beberapa perbedaan gaya dengan yang ditetapkan di rumah. Nah, demi menjaga kesehatan mental para remaja, Milk Lovers sebagai orangtua sebaiknya menoleransi beberapa hal dalam batas-batas tertentu.

 

Tapi, jika ada sesuatu yang salah atau tidak tepat, maka Milk Lovers bisa mengajak mereka untuk berdiskusi tentang apa yang bisa mereka lakukan agar dapat tetap bergaul dan bersosialisasi dengan teman sebayanya. Usahakan berdiskusi dengan tenang dan tidak memarahi atau mengatur mereka ya Milk Lovers, karena anak-anak usia remaja biasanya sangat sensitif dan secara emosional relatif belum stabil jika mendapat penolakan terlalu keras.

 

  1. Dengarkan keluh kesah mereka

 

Masa pandemi yang membuat kita semua disarankan untuk tetap berada di rumah bisa menjadi momentum orangtua untuk lebih dekat dengan anak remajanya sekaligus menjaga kesehatan mental mereka dengan cara selalu berusaha mendengarkan keluhan mereka.

 

Sebagai orangtua, Milk Lovers bisa mengajaknya berbincang tentang hal-hal yang ringan dengan menanyakan apa yang mereka lakukan hari ini. Dari perbincangan ringan, tidak jarang remaja yang kemudian mengungkapkan keluh kesahnya. Jadilah pendengar yang baik dan cobalah beri solusi terbaik untuk masalah yang sedang mereka hadapi.

 

Semoga informasi ini bermanfaat untuk Mik Lovers semua. Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan dan selalu taat protokol kesehatan ya Milk Lovers agar pandemi Covid-19 bisa segera berakhir!