Anosmia, gangguan yang terjadi pada indera penciuman ini (smell blindness), ternyata merupakan salah satu gejala Covid-19 yang harus kita waspadai. Padahal sebelum pandemi Covid-19, anosmia dianggap gangguan biasa dan umumnya terjadi saat hidung tersumbat karena pilek. Begitu pilek telah sembuh, indera penciuman pun biasanya akan berfungsi dengan normal kembali. 

Namun di tengah pandemi yang sampai saat ini masih terjadi, anosmia juga diwaspadai karena mungkin saja merupakan pertanda kondisi medis yang lebih serius., yaitu infeksi virus yang sudah memakan banyak korban di dunia, Covid-19.

Dilansir dari CNN, sebuah jurnal America Academy of Otolaryngology-Head and Neck Surgery, mengungkapkan bahwa gejala anosmia juga bisa digunakan untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya infeksi virus Covid-19. 

Dalam laporan sebuah penelitian tersebut, anosmia telah tampak secara umum pada pasien yang dites positif terinfeksi Covid-19 tanpa gejala lain. Tidak sedikit pasien virus corona di seluruh dunia yang diketahui positif terinfeksi Covid-19 tanpa gejala demam tinggi atau batuk, namun para pasien ini diketahui mengalami anosmia.

Mereka yang mengalami anosmia juga biasanya kehilangan minat dan nafsu makan yang kemudian bisa menyebabkan terjadinya kurang gizi dan penurunan berat badan. Hal ini tentu bisa memperparah kondisi mereka yang telah terinfeksi Covid-19.

Setelah menyimak penjelasan di atas ada baiknya jika kita tidak meremehkan anosmia. Begitu gejala ini muncul, segeralah memeriksakan kondisi kesehatan ke fasilitas medis terdekat untuk mendapat perawatan terbaik dari tim medis.