Teh merupakan salah satu minuman yang paling populer di dunia. Dengan efeknya yang menenangkan, teh bisa jadi minuman terbaik untuk menyegarkan pikiran dan tubuh, termasuk di hari-hari ketika Milk Lovers sedang merasa stress atau suntuk karena aktivitas sehari-hari. Bahkan, tak sedikit orang yang kemudian jadi penggila teh dan merasa belum siap beraktivitas kalau belum minum teh.

Dalam penyajiannya, teh sering disajikan panas maupun hangat, atau dingin. Pilihan penyajian ini bisa dinikmati untuk berbagai jenis teh, seperti teh hitam, teh hijau, teh melati, teh bunga chamomile, dan sebagainya.

Sering kali, pilihan penyajian teh dilakukan berdasarkan cuaca. Misalnya, ketika hari panas, Milk Lovers lebih suka menikmati segelas es teh segar. Sementara di hari saat cuacanya dingin, teh panas atau hangat lebih Milk Lovers sukai.

Akan tetapi, dengan mengesampingkan faktor selera, sebenarnya bagaimana cara penyajian yang lebih baik, ya? Apakah teh hangat? Atau es teh? Apalagi, teh bukan hanya bisa meredakan rasa haus, tapi juga memberikan berbagai manfaat kesehatan seperti sebagai sumber antioksidan dan bisa membantu menurunkan berat badan.

Agar Milk Lovers tidak kebingungan lagi, yuk simak penjelasan berikut ini tentang teh hangat vs es teh. Selamat membaca dan semoga informasinya bermanfaat, ya!

Antioksidan dalam Teh

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, teh juga dikenal akan kandungan antioksidan. Meski demikian, jumlah antioksidan yang masuk ke dalam tubuh bergantung pada jenis daunt yang digunakan, serta bagaimana teh diseduh. Berdasarkan riset, teh putih (white tea) adalah jenis dengan kandungan antioksidan terbanyak, bahkan ketika daun teh direndam dalam waktu lama. Selain itu, teh hijau juga dikenal sebagai jenis teh dengan kandungan antioksidan yang tinggi.

Teh Hangat Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

Akan tetapi, tahukah Milk Lovers kalau konsumsi teh hangat atau panas secara berlebihan ternyata berkaitan dengan kanker? Berdasarkan penelitian pada tahun 2018, konsumsi teh panas ternyata bisa meningkatkan risiko kanker, lho! Dan risiko berkembangnya penyakit ini makin tinggi pada orang-orang yang juga merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol.

Kemudian, menurut studi yang dipublikasikan di International Journal of Cancer pada 2019, diketahui bahwa konsumsi teh segera setelah mendidih bisa meningkatkan risiko berkembangnya kanker esofagus.

Es Teh Direkomendasikan untuk Orang Gemuk dan Obesitas

Sementara itu, es teh justru lebih direkomendasikan, terutama bagi mereka yang mengalami kegemukan dan obesitas, termasuk yang juga mengalami masalah hipertensi maupun gangguan kesehatan kardiovaskular lainnya. Kalau Milk Lovers juga ingin menurunkan berat badan, es teh pun baik untuk dikonsumsi. Hanya saja, konsumsi es teh tanpa gula maupun pemanis lainnya, ya!

Manfaat Lain dari Konsumsi Es Teh

Selain antioksidan, teh juga kaya akan nutrisi lainnya, lho! Dan dengan mengacu pada hasil penelitian yang telah dilakukan, sebaiknya Milk Lovers mengonsumsi es teh secara teratur untuk memaksimalkan segala kebaikan teh.