Milk Lovers, jika ditanya minuman apa sih yang paling kalian sukai? Selain kopi dan teh, tentu banyak dari kita yang akan menyebutkan nama susu sebagai minuman favorit. Hal ini cukup beralasan mengingat minuman tersebut cukup populer, dan memiliki khasiat yang melimpah, terutama untuk kesehatan.

Bahkan saking populernya, minuman yang kaya akan kalsium, protein dan mineral penting lainnya ini, disebut-sebut sebagai bahan makanan yang sempurna, terlebih untuk membantu mencegah penurunan fungsi kognitif, mengatasi penyakit Alzaimer dan menurunkan risiko kepikunan.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika, dan diterbitkan dalam jurnal American Heart Association's journal Hypertension,  menyebutkan bahwa lebih dari 6 persen orang dengan usia 70 tahun atau lebih, akan mengalami perkembangan penurunan daya ingat.

Kalau kondisi ini terus dibiarkan, maka penurunan daya ingat ini akan semakin berkembang, bahkan bisa menyebabkan hilang ingatan atau demensia dan meningkatkan risiko mengidap penyakit Alzhaimer.

Susu solusi terbaik

Dalam penelitian yang sama, disebutkan jika susu, termasuk produk olahan susu, mengandung vitamin B12 dan protein. Kedua nutrisi ini sendiri berkontribusi dalam membangun sel-sel otak, ampuh untuk mempertajam kinerja neurotransmitter, sekaligus meningkatkan fungsi otak secara keseluruhan.

Dalam studi tersebut, sebanyak 90 persen relawan berusia lanjut yang mengalami gangguan kognitif ringan, diberikan susu cokelat selama 8 minggu. Para relawan tersebut ada yang diberikan sebanyak 990 mg, 520 mg dan 45 mg per hari.

Dan hasilnya cukup mengejutkan, secara signifikan susu ampuh untuk merangsang respons motorik dan memori dalam otak. Bahkan untuk relawan yang mengonsumsi susu cokelat sebanyak 990 mg dan 520 mg per hari, mendapatkan hasil yang jauh lebih baik.

Dalam keterangannya, Giovambattista Desideri, M.D, selaku pemimpin sekaligus penulis penelitian tersebut menyatakan bahwa hasil penelitian ini membuktikan jika susu cokelat ampuh untuk meningkatkan fungsi kognitif otak bagi orang yang sudah tergolong lanjut usia.

Selain itu, Giovambattista menjelaskan jika susu cokelat yang dimaksud di sini merupakan susu cokelat yang murni, alias tidak mendapatkan pemanis tambahan. Untuk memaksimalkan hasilnya, olahraga dan membaca merupakan salah satu kunci utama memaksimalkan fungsi kognitif otak.