Sampai sekarang, susu menjadi salah satu jenis minuman favorit di dunia selain kopi dan teh. Susu juga telah beredar dalam berbagai rasa dan kemasan, bahkan digunakan dalam beragam jenis makanan. Tak heran mengingat susu mudah sekali didapatkan dan mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan tubuh kita, Milk Lovers. Kandungan kalsium di dalam susu, misalnya, yang dapat menunjang tumbuh kembang anak dan mempertahankan kepadatan tulang.

Manfaat susu pun masih ditelaah oleh para peneliti, Milk Lovers. Beberapa riset bahkan mengungkap beberapa khasiat susu yang belum diketahui banyak tulang. Kandungan protein, mineral, dan nutrisi lain dalam susu ternyata tidak hanya berguna untuk tulang, tetapi juga otak. Susu dipercaya bisa membantu dalam proses pencegahan penurunan fungsi kognitif otak, kepikunan, hingga Alzhaimer.

Fakta tersebut terungkap dari hasil riset yang dilakukan di Amerika Serikat. Dalam jurnal American Heary Association’s Journal Hypertension, disebutkan bahwa lebih dari 6% orang berusia 70 tahun dan ke atas akan mengalami penurunan daya ingat yang cukup signifikan. Jika gangguan tadi tidak ditindaklanjuti dengan cepat, maka kondisinya akan semakin parah. Beberapa risiko yang siap mengintai orang-orang yang menderita kepikunan secara bertahap berpeluang lebih besar dalam menderita demensia hingga Alzhaimer yang membahayakan jiwa.

Susu, Minuman Sehat yang Dipercaya Sebagai Solusi Terbaik

Meski begitu, Milk Lovers dapat melakukan pencegahan sebelum proses penurunan daya ingat terjadi. Dalam riset yang sama dijelaskan bahwa susu beserta produk olahannya memiliki kandungan vitamin B12 dan protein yang tinggi. Kedua jenis nutrisi tersebut memiliki kontribusi yang besar dalam menunjang perkembangan sel-sel otak, meningkatkan kinerja neurortransmitter, serta memperbaiki fungsi otak secara maksimal.

Setidaknya, 90% relawan yang terlibat dalam penelitian tersebut merupakan manula yang menderita gangguan kognitif ringan. Mereka lantas diberikan susu cokelat selama kurang lebih 8 minggu. Kadar yang mereka terima pun berbeda-beda; 990 mg, 520 mg, dan 45 mg setiap harinya. Hasilnya pun cukup mengejutkan, Milk Lovers. Sebab, susu secara signifikan mampu memberi rangsangan terhadap respons motorik serta daya ingat dalam otak. Para relawan yang meminum susu cokelat dengan takaran 990 mg dam 520 mg pun memperolah hasil yang lebih baik.

Giovambattista Desideri, M.D.—pemimpin serta penulis dari riset—mengungkapkan bahwa hasil studi tersebut menunjukkan bukti bahwa susu cokelat dinilai sanggup meningkatkan fungsi kognitif pada otak para manula, Milk Lovers. Dia pun menuturkan kalau susu cokelat yang mereka gunakan dalam studi adalah susu murni, bukan susu olahan pabrik yang menggunakan pemanis tambahan. Membaca dan olahraga adalah salah dua kegiatan yang dapat mencegah kepikunan. Apalagi kalau Milk Lovers lakukan sejak masih berusia muda.