Berbagai cara dilakukan oleh para orangtua supaya buah hatinya mau membantu mengerjakan tugas rumah. Tetapi larangan dan ancaman orangtua kadang tidak mempan untuk anak. Tetapi para ibu yang kreatif tentu tidak akan kehilangan akal. Berikut ini adalah beberapa trik yang dapat Milk Lovers lakukan agar si kecil mau membantu pekerjaan di rumah.

Memberikan Pengertian

Beri pengertian lebih dulu mengenai hal yang akan ia lakukan dalam membantu tugas rumah tangga. Meskipun anak mau mengerjakan tugas di rumah, belum tentu karena anak mau tetapi karena takut dengan orangtuanya.

Jadi sangat penting bagi para orangtua untuk memberikan pengertian pada si kecil. Apalagi jika anak sering dimanja, biasanya anak akan sulit untuk diberi tahu dalam melaksanakan tugas rumah tangga. Ketika sedang melakukan tugas tersebut, beri ia pengertian bahwa semua itu bukan untuk kepentingan ayah atau ibu melainkan untuk kebaikan diri anak sendiri.

Memberikan Tugas yang Ringan

Saat memberikan tugas rumah tangga pada anak, sebaiknya berikan supaya anak merasa terbiasa dan disiplin dengan tugasnya. Yang terpenting dalam hal ini adalah Milk Lovers tidak akan memberikan tugas yang membebani anak. Mulailah dengan tugas – tugas ringan dan menyangkut kepentingan anak sendiri misalnya membersihkan kamarnya dan membereskan mainannya. Jadikan kegiatan ini menjadi kewajiban dan kebiasaan untuk anak.

Jangan Lupa Berterima Kasih

Apa yang sudah dilakukan anak dan membuat Milk Lovers merasa kagum dan bangga dengan yang ia lakukan, jangan pernah lupa untuk memberikan ucapan terima kasih. Ucapan tersebut sudah termasuk penghargaan untuk anak. Walaupun hanya ucapan terima kasih, anak akan merasa termotivasi dan merasa bermanfaat untuk orang lain.

Mengerjakan Tugas Bersama

Hindari menyuruh anak melakukan tugas Milk Lovers, tetapi diri sendiri tidak memberikan contoh pada anak untuk mengerjakan tugas tersebut. Hal inilah yang sering menjadi konflik antara anak dan orangtua. Usahakan jangan memerintah anak dengan ucapan ‘lakukan tugasmu,’ tetapi ucapkan dengan ajakan seperti ‘ayo kita lakukan bersama’.  Ucapan itu mungkin lebih baik dibandingkan hanya sekedar menyuruh. Jadi anak pun akan merasa diajak dalam tugas rumah untuk melakukannya bersama.

Membuat Jadwal

Supaya anak disiplin, buat jadwal dan bagi – bagi tugas rumah tangga untuk anak. Selalu ingatkan jadwalnya tetapi tidak sampai mendetail. Berikan hukuman yang ringan jika anak berulang – ulang tidak melakukan tugasnya. Hal ini perlu dilakukan untuk memberitahu pada anak mengenai tanggung jawabnya.