Keju adalah makanan favorit di seluruh dunia. Rasanya yang gurih merupakan hasil dari olahan susu yang kerap ditambah dengan garam untuk menambah rasa gurih dan menjaga teksturnya. Keju sendiri bisa diolah menjadi berbagai bahan makanan yang lezat baik untuk makanan pembuka, utama, ataupun makanan penutup. Nggak perlu diolah, Milk Lovers juga bisa menikmati keju dengan cara dimakan langsung. Ada banyak sekali jenis keju di dunia ini, contohnya ada keju mozzarella dan cheddar yang lebih populer di Indonesia, dan juga Blue Cheese yang diklaim sebagai keju terenak di dunia.

Ada sekitar 60 jenis keju yang dikenal di seluruh dunia. Mereka dibuat dari susu sapi, kambing, dan juga domba. Semua jenis keju ini punya tekstur, rasa, dan bau yang berbeda-beda lho. Kalau Milk Lovers pernah mengunjungi berbagai toko keju di luar negeri Milk Lovers mungkin bisa mencium sendiri aroma-aroma keju yang berbeda. Sebenarnya apa yang bikin keju satu punya bau sedangkan keju lainnya kadang baunya nggak tercium?

Tergantung dari jenis bakteri

Secara sederhana, cara membuat keju adalah dengan mencampurkan susu dengan bakteri-bakteri tertentu lalu dibiarkan sampai endapan dan cairannya terpisah. Beda jenis bakteri, beda pula jenis keju yang dibuat. Bakteri-bakteri inilah yang menyebabkan bau pada keju bisa berbeda-beda.

Lama penyimpanan

Keju yang sudah jadi nggak bisa langsung dipasarkan, dia harus didiamkan selama jangka waktu tertentu bahkan hingga bertahun-tahun untuk membuat keju jadi matang dan siap dijual. Nah, semakin lama keju didiamkan, maka semakin aktif bakteri yang dimasukkan ke dalam susu pada langkah awal, sehingga keju jadi lebih bau.

Cairan untuk mencuci

Blok-blok keju yang sedang disimpan akan mengering lama-lama. Maka dari itu agar keju tetap lembut, para pembuat keju biasanya mencuci kulit-kulit keju dengan berbagai jenis cairan. Cairan yang digunakan umumnya adalah air garam, atau minuman beralkohol seperti brandy, bir, atau anggur. Tergantung dari seberapa sering keju dicuci dan cairan apa yang digunakan, hal ini juga berkontribusi pada bau keju.

Baunya seperti bau kaki

Banyak orang yang bilang kalau bau beberapa jenis keju misalnya Limburger, baunya seperti kaki yang berkeringat. Hal ini bukan kebetulan lho, karena ternyata bakteri yang digunakan untuk membuat beberapa jenis keju termasuk Limburger adalah Brevibacterium linens. Bakteri ini juga merupakan bakteri yang bertanggung jawab terhadap bau kaki dan bau badan secara keseluruhan.

Makin bau makin enak

Keju-keju yang harganya mahal dan rasanya luar biasa justru punya bau yang lebih parah dibandingkan keju biasa. Ini karena keju-keju yang bau dan enak ini dibuat dengan proses-proses khusus termasuk menggunakan bakteri yang bisa menimbulkan bau lebih menyengat, cara pencucian, dan juga jangka waktu penyimpanan yang lebih lama. Gimana, berani coba keju yang bau?