Saat perut Milk Lovers membesar karena hamil, bukan hal yang aneh jika beberapa orang akan merasa penasaran untuk mengelus perut Anda, termasuk suami. Bahkan di waktu senggang, suami akan mengajak janin dalam kandungan bercanda, seperti layaknya mereka mampu berkomunikasi.

Ternyata aktivitas sederhana dan tampak konyol ini jangan dianggap sepele lho. Pasalnya, beberapa penelitian membuktikan jika usapan di perut selama masa kehamilan mampu meningkatkan perkembangan otak anak, dan berhubungan dengan rasa percaya diri anak saat dilahirkan nanti.

Dilansir dalam Time, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal PLos ONE, meneliti kebiasaan mengajak bicara dan mengelus perut Ibu hamil, kemudian membandingkan hasilnya dengan respon janin dalam kandungan.

Dalam penelitian ini, tim peneliti mengamati 23 Ibu hamil sehat dengan usia kehamilan antara 21-33 minggu. Mereka pun kemudian ditempatkan ke dalam ruangan gelap, dan diminta untuk membacakan cerita Little Three Pigs atau Jack and the Beanstalk.

Sementara kelompok kedua diminta untuk membelai dan mengusap perut mereka, dan kelompok ketiga diminta untuk meletakkan tangan di sisi tubuhnya (tidak melakukan apa-apa). Tim peneliti kemudian melihat respon janin dalam kandungan dengan menggunakan sonografi.

Hasilnya, janin dalam kandungan cenderung lebih aktif bergerak saat Ibu hamil mengelus perutnya. Respon serupa diberikan janin saat dia diperdengarkan cerita, meskipun respon yang diberikan tidak sebesar saat ibu hamil mengelus perutnya.

Dalam keterangannya, tim peneliti menjelaskan jika respon yang diberikan janin merupakan sumber rangsangan yang tidak hanya meningkatkan rasa bahagia bagi Ibu hamil, tapi juga mampu menstimulasi perkembangan otak janin dalam kandungan.

Senada dengan itu, dokter spesialis anak Dr Attila Dewanti Sp.A., dalam diskusi bertajuk Mengembangkan Kecerdasan Anak Sejak dalam Kandungan, menjelaskan jika sentuhan yang diberikan pasangan akan mempererat hubungan ayah dan anak, sekaligus melatih kecerdasan anak sejak dini.

Selain itu, sentuhan yang diberikan suami berpengaruh besar pada kematangan emosi anak, sehingga dia akan tumbuh jadi anak yang percaya diri, dan tidak mudah depresi saat dewasa nanti.

Agar perkembangan otak anak lebih maksimal, Attila pun menyarankan agar Milk Lovers memperbanyak konsumsi makanan sehat yang mengandung protein, karbohidrat, vitamin, mineral, AA dan DHA, seperti susu, telur, daging, ikan, sayuran dan buah-buahan. Selamat mencoba!