Walaupun belum bisa berbicara, tapi janin dalam kandungan wajib untuk sekali diajak komunikasi. Hal ini bertujuan untuk memaksimalkan pertumbuhannya, terutama melatih kecerdasan otak. Selain itu, tentu saja masih banyak manfaat lain yang bisa didapat dari kebiasaan berkomunikasi dengan janin.

Tapi bagaimana caranya? Jangan bingung Milk Lovers, berikut merupakan cara berkomunikasi dengan janin untuk memaksimalkan pertumbuhannya.

Bicara dengan janin

Walaupun belum bisa berkomunikasi dengan bahasa verbal, tapi bayi sudah bisa mendengar apa yang kamu ucapkan lho. Makanya, daripada bengong nggak karuan, mendingan kamu ajak bicara si kecil sambil mengelus-ngelus perut. Biasanya, si kecil akan merespon perlakuan kamu dengan tendangan.

Bacakan buku untuknya

Sebenarnya hampir sama dengan berbicara, tapi membacakan buku juga dinilai lebih efektif karena si kecil akan terus dibuai dengan cerita yang memiliki alur. O iya, dalam kondisi ini pun si kecil sudah mengerti banyak kosakata, sekaligus sudah mampu mengenali suara kamu.

Dendangkan musik

Kamu bisa mendengarkan musk lewat smartphone atau headset, kemudian tempelkan headset atau speaker smartphone tersebut pada perut. Selain sebagai bentuk komunikasi, cara ini pun termasuk dalam therapi untuk mengembangkan kemampuan kognitif si kecil.

Mengelus-elus perut

Cara paling sederhana untuk berkomunikasi, sekaligus menunjukan rasa sayang kamu sebagai ibunya adalah, dengan mengelus perut. Si kecil biasanya akan langsung merespon dengan memberikan tendangan atau gerakan kecil lainnya. Menyenangkan bukan?

Bermain dengan lampu senter

Bermain dengan menggunakan senter merupakan hal yang paling menyenangkan bagi janin. Bahkan tidak jarang janin akan berusaha mengikuti mengikuti arah sinar senter dan berusaha menangkapnya. Dalam kandungan, janin akan melihat senter sama seperti kita melihat cahaya dengan mata tertutup.

Milk Lovers, bermain dengan janin merupakan kegiatan yang sangat menyenangkan, terlebih ketika si kecil merespon ajakan main kita dengan gerakan sebagai bentuk komunikasi dua arah. Lakukan cara ini secara rutin agar si kecil tidak asing lagi dengan orangtuanya ketika dia terlahir nanti.

So, nikmatilah masa-masa luar biasa ini, karena nanti kegiatan ini akan jadi cerita menarik yang bisa kamu bagi dengan sang buah hati ketika dewasa nanti. Selamat mencoba!