Wajar kalau Milk Lovers merasa khawatir ketika usia si kecil sudah menginjak angka 2 tahun, tapi belum menguasai banyak kosakata. Bahkan beberapa kosakata si kecil masih terdengar aneh, dan hanya dimengerti orang tua dan orang-orang terdekatnya saja. Kenapa sih bisa seperti itu?

Banyak hal yang bisa menyebabkan pembendaharaan kata si kecil masih terbatas. Selain karena orang tua yang kurang memberikan stimulasi, salah satu penelitian bahkan secara langsung menuding gadget sebagai biang keladi fenomena balita terlambat berbicara.

Selain itu, masih banyak penyebab lainnya kenapa si kecil terlambat bicara. Berikut ulasannya.

Gangguan Perkembangan Lain

Dokter Jenni K. Dahliana, Sp.A, memaparkan jika keterlambatan bicara sering diikuti oleh kehadiran gangguan perkembangan lainnya. Contohnya saja gangguan pendengaran dan masalah autisme. Untuk penyebab masalah pendengaran, kondisi ini bisa dilihat dari respon si kecil terhadap bunyi-bunyian.

Sedangkan untuk masalah autisme, Milk Lovers bisa melihat dari perilaku si kecil secara keseluruhan. Walaupun begitu, untuk memastikannya Milk Lovers sebaiknya memeriksakan si kecil ke dokter.

Lahir Sebagai Bayi Berisiko Tinggi

Jenni menyebutkan jika bayi yang lahir dengan risiko tinggi, seperti lahir secara prematur, bayi yang lahir dengan berat badan rendah, atau bayi yang butuh perawatan NICU, akan cenderung mengalami keterlambatan tumbuh kembang, termasuk terlambat bicara.

Walaupun begitu, ada beberapa anak yang mempu mengejar keterlambatannya ini, bahkan bisa setara dengan anak-anak normal lainnya.

Ibu Hamil dengan Kondisi Khusus

Secara tidak langsung, kondisi ibu saat hamil secara garis besar akan berpengaruh juga terhadap tumbuh kembang si kecil; termasuk kemampuan bicara dan gangguan tumbuh kembang lainnya.

Untuk itu, jika Milk Lovers termasuk dalam kategori ibu hamil dengan kondisi khusus, seperti ibu hamil dengan hipertensi, infeksi rubella, dan kondisi lainnya, sebaiknya akrabkan diri Milk Lovers dengan petugas medis.

Terus, bagaimana cara mengatasi masalah ini?

Jangan menyerah Milk Lovers, ingat selalu ada jalan dalam setiap permasalahan. Yang harus Milk Lovers lakukan sekarang adalah, sayangi si kecil dengan sepenuh hati. Agar kosakatanya terus bertambah, ajak si kecil untuk berbicara terus menerus, dan perbaiki pelafalan kata-katanya secara perlahan.

Selain itu, Milk Lovers pun bisa memperbanyak membacakan dongeng untuk si kecil, dan sempatkan untuk terus berkonsultasi dengan dokter anak. Ingat, si kecil sulit bicara bukan karena kegagalan, tapi ini anugerah agar Milk Lovers bisa lebih dekat lagi dengannya. Selamat mencoba!