Musim marathon 2026 di Indonesia terasa makin ramai setiap tahunnya, dan kerennya, makin banyak juga pelari pemula yang ikut ambil bagian. Apa kamu juga jadi salah satu yang ikutan lari marathon-nya? Tapi, sekadar rutin latihan lari saja sebenarnya belum cukup, lho. Hal yang paling sering luput dari perhatian justru adalah soal manajemen asupan nutrisi sebelum dan sesudah lari. 

Lari Marathon Juga Butuh Bekal, Bukan Sekedar Latihan

Menempuh jarak 21K (Half Marathon) sampai 42K (Full Marathon) bukan cuma soal kekuatan otot kaki, tapi juga

tentang cadangan energi yang siap dipakai berjam-jam. Kalau persiapan marathon dari segi asupan sebelum lomba  tepat, bisa-bisa kamu sudah merasa loyo duluan sebelum sempat menyentuh KM 30. Kamu bisa latihan rutin sekitar 30-60 menit setiap harinya untuk melatih otot kaki & strength.

Yang Sering Dilewati Pelari Pemula

Banyak pelari yang hanya fokus melakukan carbo loading dua hingga tiga hari menjelang lomba, tapi lupa kalau protein juga nggak kalah penting untuk menjaga massa otot.

Pas hari-H, sarapan seringkali dilewatkan begitu saja karena terburu-buru mengejar waktu start di venue. Dan yang paling sering kelewat adalah proses recovery pasca-marathon setelah menyentuh finish line. Padahal, otot yang sudah bekerja keras selama berjam-jam, sangat membutuhkan asupan protein dalam waktu 30–60 menit setelah lomba agar tidak mengalami pegal yang parah keesokan harinya.

Cara Paling Simpel Siap Sampai Finish Line

Kamu sudah disiplin latihan keras selama berbulan-bulan, sekarang saatnya menuntaskannya dengan bangga. Jaga asupan nutrisimu, lewati finish line dengan senyuman, dan biarkan Ultra Milk Susu Sapi Segar 100% membantu recovery pasca-marathon kamu dengan maksimal. Happy running and see you at the finish line!