Yogurt merupakan salah satu produk susu punya banyak manfaat kesehatan, salah satunya kandungan bakteri baik di dalamnya yang ampuh melancarkan pencernaan, dan mencegah berbagai masalah terkait sistem pencernaan.

Selain itu, kandungan kalsium, kalium, protein, dan sejumlah nutrisi lainnya, baik untuk meningkatkan kesehatan dan kekuatan tulang, baik untuk memaksimalkan pertumbuhan, dan bahkan bisa digunakan untuk perawatan kulit (dari luar atau dari dalam).

Untuk mendapatkan khasiat yang lebih maksimal, banyak orang yang menyarankan agar yoghurt dikonsumsi saat perut dalam keadaan kosong. Benarkah itu?

Dilansir dalam CNN Indonesia, dr. Samuel Oetoro, Spgk, pakar gizi dari RS Siloam Hospitals, Jakarta, menjelaskan jika anjuran tersebut merupakan fakta. Konsumsi yoghurt memang lebih disarankan saat perut dalam kondisi kosong, atau sebelum makan.

Alasannya, selain untuk menghindari resiko makan secara berlebihan, kondisi ini pun berkaitan dengan kandungan bakteri baik dalam yoghurt. Menurutnya, bakteri baik harus berhasil mencapai usus dalam kondisi yang masih hidup.

Dalam kondisi perut yang kosong, lalu lintas makanan dalam sistem cerna jauh lebih lancar, sehingga kandungan bakteri baik tersebut akan lebih mudah mencapai usus. Disanalah nantinya bakteri baik akan bekerja untuk menjaga sistem cerna tetap sehat.

Selain itu, saat perut kosong asam lambung pun tidak terlalu tinggi. Asam lambung sendiri bersifat sebagai antiseptik yang bertugas untuk membunuh bakteri. Tidak hanya bakteri jahat, bakteri baik pun akan ikut tersapu oleh asam lambung ini.

Tapi Samuel mengingatkan jika anjuran ini hanya berlaku untuk orang dengan lambung sehat. Bagi mereka yang bermasalah dengan asam lambung, dan penderita gastritis kronis, konsumsi yogurt jauh lebih disarankan setelah makan.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, sebaiknya konsumsi yoghurt sebanyak 1-2 cup per hari. Selain itu, pilih greek yogurt yang terbukti mengandung lebih banyak protein ketimbang jenis yoghurt lainnya. Semoga bermanfaat!