Berbicara soal piknik ke Klaten, objek wisata mata air barangkali jadi hal yang paling sering terlintas di pikiran masyarakat. Akan tetapi, Milk Lovers masih bisa menemukan berbagai objek wisata menarik lainnya, lho! Salah satunya adalah Bukit Sidoguro yang saat ini telah berkembang menjadi destinasi hits dan popular di Klaten.

Lokasi Bukit Sidoguro berada di sebuah bukti batu kapur alias karst dengan ketinggian 300 mdpl. Meskipun baru-baru ini terkenal, sebenarnya Bukit Sidoguro sendiri sudah lama ada sejak bertahun-tahun yang lalu, lho! Hanya saja, lokasi ini baru-baru saja diperbaharui penampilannya agar jadi makin Instagramable, sehingga menjadikannya sebagai lokasi foto-foto yang seru dan mampu menarik perhatian masyarakat kewat media sosial.

Bukit Sidoguro yang berlokasi di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat ini akhirnya selesai digarap ulang pada awal Desember 2019 kemarin, dan secara resmi dibuka untuk umum jelang akhir tahun. Mengingat momennya yang bertepatan dengan liburan akhir tahun, Bukit Sidoguro langsung sukses menjadi magnet bagi para wisatawan yang tengah berlibur, baik yang berasal dari dalam Klaten maupun dari luar daerah.

Menemukan lokasi tepatnya Bukit Sidoguro ini tak sulit kok, Milk Lovers! Kalau Milk Lovers familiar dengan objek wisata Rawa Jombor di Klaten, Bukit Sidoguro ini letaknya menjulang tepat di sebelah utaranya. Kalau dari pusat Kota Klaten atau terminal induk Klaten, Bukit Sidoguro bisa dijangkau hanya dalam sekitar 15 menit. Apalagi kondisi jalan menuju lokasi sangat memadai.

Untuk bisa memasuki kawasan wisata yang juga dikenal sebagai Bukit Turis ini, Milk Lovers nantinya hanya perlu membayar tiket dengan harga yang sangat terjangkau, yaitu Rp 5.000 per orang. Di area pintu masuk, Milk Lovers juga bisa menemukan sebuah kolam sisa erosi, atau pengikisan permukaan karena air.

Setelah melewati gapura masuk, Milk Lovers akan diharuskan untuk mengeluarkan tenaga ekstra. Pasalnya, meskipun kondisi jalanannya sudah mulus beraspal, jaraknya cukup panjang dengan kondisi menanjak. Di samping itu, ada juga tangga yang bisa digunakan sebagai jalur untuk tiba ke atas bukit. Karena itu, pastikan Milk Lovers makan dulu sebelum berangkat agar tubuh memiliki energy yang cukup, ya!

Capek? Tak perlu cemas, karena Milk Lovers bisa beristirahat di sepanjang jalan. Soalnya, jalur menuju puncak dilengkapi dengan jajaran tempat duduk dan taman-taman kecil sebagai spot istirahat selama sejenak.

Setibanya di puncak, Milk Lovers bisa menikmati panorama Rawa Jombor dari ketinggian dengan jelas, termasuk deretan warung apung, rakit bambu, hingga keramba ikan. Di samping itu, udara bersih dan jernihnya jelas merupakan daya tarik utama lainnya karena pasti bisa menyegarkan kembali pikiran Milk Lovers.

Kemudian, ada juga jajaran pepohonan buatan dengan bentuk menyerupai payung. Sekilas, pepohonan buatan tersebut memberikan sentuhan unik yang mirip dengan Gardens by the Bay ala Singapura. Wah, Singapura rasa Klaten, nih. Menarik, ya?