Milk Lovers, selama ini banyak yang menyangka osteoporosis alias pengeroposan tulang merupakan penyakit wanita yang sudah berusia lanjut. Padahal, penyakit ini tidak hanya menyerang kamu wanita saja lho, tapi juga berisiko menjangkiti pria dan mereka yang masih berusia muda.

Untuk mencegahnya, Anda disarankan untuk mengonsumsi makanan tinggi kalsium sejak dini. Untuk remaja, disarankan mengonsumsi susu 4 gelas setiap hari, sementara wanita dewasa dan orang tua disarankan mengonsumsi susu 3  gelas per hari, dengan takaran 250 ml per gelas.

Sayang, hingga saat ini kepedulian masyarakat Indonesia untuk mengonsumsi susu sesuai dengan kebutuhan masih terbilang rendah. Hal ini pun kemudian dibuktikan lewat data penderita osteoporosis di Indonesia yang mencatatkan angka 8,9 juta kasus osteoporosis per tahun.

Hal inilah yang kemudian melatar belakangi munculnya penelitian dari Fakultas Farmasi UGM, yang fokus mencari alternatif bahan alami yang efektif dalam menurunkan risiko osteoporosis, salah satunya adalah jamur tiram, yang diharapkan bisa jadi altenatif tambahan selain susu.

Dalam penelitian ini, tim peneliti berupaya mengetahui efek penghambatan proses osteoklastogenesis dari ekstrak jamur tiram secara in vitro dan in silico.

Dalam keterangannya, Yana Bintoro Priambodo, ketua tim peneliti, menyebut jika kasus osteoporosis terjadi akibat ketidakseimbangan jumlah osteoblas dan osteoklas dalam tubuh. jika pembentukan osteoklas (osteoklastogenesis) ini bisa dihambat, otomatis proses resorpsi tulang pun akan berkurang.

Lebih lanjut lagi, Yana menjelaskan jika osteoblas dan osteoklas, merupakan salah satu komponen yang berperan dalam proses osteoporosis atau reduksi massa. Hal inilah yang membuat para penderita osteoporosis kerap merasakan nyeri di tulang dan pesendian hingga sulit bergerak.

Tidak hanya itu, pengeroposan massa tulang pun menyebabkan mereka berisiko besar mengalami patah tulang atau fraktur, postur bungkuk dan lainnya.

Kenapa harus jamur tiram?

Jamur tiram merupakan bahan makanan yang cukup populer dan banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Selain itu, tanaman ini pun kerap dibudidayakan dan mengandung lovastatin yang cukup tinggi. Kandungan inilah yang berpotensi sebagai alternatif penghambat proses osteoklastogenesis.

Alasan lainnya, jamur tiram dipercaya ampuh untuk meningkatkan diferensiasi osteoblas dan mampu menghambat osteoklastogenesis. Kandungan nutrisi dalam jamur tiram pun cukup lengkap, dari mulai protein, serat, karbohidrat dan rendah lemak.

Sayang, belum diketahui berapa banyak konsumsi jamur tiram yang dibutuhkan untuk bisa menurunkan osteoporosis. Tapi yang jelas, mulai sekarang sepertinya Anda layak untuk memperbanyak konsumsi susu dan jamur tiram demi mencegah osteoporosis. Setuju Milk Lovers!