Di masa kehamilan, ibu hamil disarankan untuk menjauhi hal-hal yang bisa menjadi penyebab stres karena bisa  mempengaruhi kondisi kesehatan sang ibu dan juga calon bayi. Dilansir dari laman situs Hello Sehat, ketika stres tubuh akan mengeluarkan hormon kortisol. Hormon ini jika berlebihan bisa menyebabkan ibu hamil kelelahan, depresi, dan lebih rentan terhadap penyakit. 

Stres pada ibu hamil juga berisiko menyebabkan kelahiran prematur, buah hati lahir dengan berat badan rendah, dan meningkatkan kemungkinan infeksi intrauterin (pertumbuhan janin menjadi lambat). Selain itu, ibu hamil yang mengalami stres berkepanjangan rentan mengalami keguguran. 

Dilansir dari laman situs kompas.com, hal ini sudah dibuktikan oleh para ilmuwan dari Tufts University. Dalam penelitian tersebut, para peneliti meneliti reaksi berantai hormon stres dan bahan kimia berbahaya yang berisiko memicu keguguran. 

Stres akan membuat otak mengeluarkan beberapa hormon, termasuk hormon kortikoliberin. Hormon inilah yang dikeluarkan otak sebagai reaksi terhadap stres fisik atau emosional. Para peneliti menemukan bahwa kadar hormon kortikoliberin pada wanita yang mengalami keguguran sangat tinggi. 

Melihat fakta tersebut, memang normal jika merasa stres selama momen kehamilan. Tetapi, sebaiknya para calon ibu bisa melakukan kontrol diri supaya tidak terjebak dalam stres yang akhirnya bisa berakibat buruk pada sang calon buah hati. 

Ada beberapa cara yang bisa ibu hamil lakukan untuk mengatasi stres seperti melakukan hobi yang disukai, berolahraga ringan dan mencari dukungan dari orang-orang tercinta yang bisa membuat ibu hamil merasa bahagia.

 

Semoga informasinya bermanfaat!