Terkadang, rasa lapar datang di waktu-waktu tak terduga, misalnya malam hari saat Milk Lovers siap tidur. Kalau sudah begitu, Milk Lovers akan sulit terlelap dan memutuskan untuk memenuhinya dengan menyantap makanan apa pun yang tersedia.

Makan, terutama dalam porsi besar, pada jam-jam yang kurang tepat cenderung membawa dampak kurang baik bagi tubuh. Nah, lantas apa yang memicu rasa lapar muncul saat Milk Lovers hendak tidur?

Tingkat glukosa kurang stabil

Dalam kondisi stabil, perubahan kadar glukosa atau gula darah memang tak akan berbahaya. Namun, kalau Milk Lovers terlalu sering makan sumber karbohidrat simpleks (gula, nasi putih, tepung putih), maka level gula darah dalam tubuh akan melonjak drastis. Kadar glukosa rendah akan membuat Milk Lovers pusing, cemas, mudah marah, dan sangat lapar. Olahraga berlebihan pada siang hari pun akan membuat glukosa jadi rendah di malam hari.

Pola makan yang masih berantakan

Berkaitan dengan poin sebelumnya, kebiasaan makan buruk akan menurunkan kualitas kesehatan Milk Lovers. Supaya Milk Lovers tidak terjaga gara-gara lapar, mulai atur jadwal makan sehat. Asupan makan tepat dan jadwal teratur membantu Milk Lovers menjaga kadar gula darah tubuh agar tetap stabil. Mulai kebiasaan ini dari menyantap sarapan sehat. Sementara untuk makan siang dan malam, santaplah jenis makanan ringan yang tentunya tidak sembarang pilih pula supaya gula darah tidak bermasalah.

Asupan gizi dan nutrisi buruk

Masih berkaitan dengan makanan, asupan gizi dan nutrisi yang Milk Lovers dapatkan juga memberikan dampak pada kesehatan. Jika tubuh tidak memperoleh kebutuhan gizi dan nutrisi sesuai takaran, maka dapat dipastikan Milk Lovers bakal mengalami gangguan, dalam hal ini rasa lapar di tengah malam. Ingatlah, asupan gizi dan nutrisi tidak selamanya berkaitan dengan porsi makan. Pasalnya, makanan dalam porsi besar, kalau nutrisinya tidak tepat, tetap akan membuat Milk Lovers kelaparan.

Menderita sindrom makan malam

Orang-orang yang menderita sindrom makan malam cenderung tak merasakan lapar di pagi hari. Jadi mereka pun akan memilih absen sarapan, padahal makan pagi sangat bermanfaat untuk kesehatan. Jenis sindrom ini biasanya diakibatkan asupan makan yang lebih tinggi di malam hari. Kemudian, Milk Lovers yang kebetulan punya obesitas berpeluang lebih besar terserang sindrom makan malam dan akan mengalami perubahan berat badan yang kurang teratur.