Terlambat bangun atau mengejar kendaraan kadang bikin sebagian orang menyantap sarapan dengan cepat. Bahkan saking buru-burunya, mereka tak sempat mengunyah santap pagi tersebut. Kebiasaan yang satu ini memang sepatutnya tak ditiru, karena bakal membuat Milk Lovers tersedak atau mual-mual.

Efek sampingnya tak hanya berhenti sampai di situ, lho. Makan terlalu cepat akan mengundang masalah kesehatan berbahaya seperti:

  • Penyakit Jantung Hingga Stroke

Sarapan cepat-cepat akan berdampak pada kesehatan jantung Milk Lovers. Hal ini telah dibuktikan temuan dari studi yang dilakukan Dr. Takayuki Yamaji, pakar jantung dari Universitas Hiroshima, Jepang. Setidaknya ada 1.000 responden yang terlibat dalam penelitian selama lima tahun tersebut.

Para responden dibagi ke dalam tiga kelompok sesuai kecepatan makan mereka. Hasilnya, kelompok yang makan terlalu cepat berisiko mengalami penyakit sindrom metabolik yang menaikkan peluang stroke maupun penyakit jantung.

  • Refluk Asam Lambung

Terlalu cepat menyantap sarapan akan memicu kenaikan pada asam lambung. Pasalnya, makanan yang Milk Lovers konsumsi terlalu cepat masuk ke lambung sampai tak bisa dicerna dengan baik. Lalu asam lambung bakal menyebabkan sensasi perih atau terbakar pada kerongkongan.

Refluks asam lambung jelas bakal membuat Milk Lovers kurang nyaman saat makan. Mengabaikan gangguan tersebut pun akan menyebabkan sejumlah komplikasi seperti mual, sakit perut, mulas, dan sulit menelan makanan. Milk Lovers jadi tak bisa makan enak, deh.

  • Obesitas

Siapa sangka makan sarapan terlalu cepat bikin tubuh kena obesitas? Faktanya, kebiasaan ini akan membuat tubuh sulit mengenali perasaan kenyang sesungguhnya. Asupan kalori berlebih pun bakal meningkatkan berat badan Milk Lovers hingga ke level obesitas.

Lain ceritanya kalau Milk Lovers makan pelan-pelan, karena otak punya waktu buat menerima sinyal rasa kenyang. Jadi, Milk Lovers pun akan tahu waktu yang tepat buat berhenti makan. Kalau tak mau cepat gemuk, pastikan kecepatan makan sarapannya dijaga, ya.

  • Diabetes

Sebuah studi yang dilakukan di Lithuania pada 2012 menemukan fakta kalau salah satu penyebab diabetes berkaitan dengan kebiasaan makan terlalu cepat. Perut dalam kondisi terebut cenderung sulit merasa kenyang, sehingga bikin Milk Lovers terus makan tanpa kendali.

Kebiasaan buruk ini pun akan membuat tubuh rentan mengalami resistensi insulin akibat kenaikan glukosa dalam satu waktu dengan jumlah besar. Tubuh Milk Lover yang kehilangan kontrol atas gula darah pun semakin berisiko terserang diabetes.

Adapun sejumlah tip tambahan yang bisa Milk Lovers praktikan menghasilkan efek menyehatkan. Misalnya, sajikan makanan siap saji agar tak merasa diburu-buru, pakai bahan menyehatkan, dan sesekali minum jus tanpa pemanis. Dengan begitu, sarapan yang disantap Milk Lovers memberi dampak positif dan melancarkan kegiatan sehari-hari tanpa masalah.