Si Kecil mendadak enggan makan? Coba periksa rongga mulutnya, Milk Lovers, karena bisa saja ada masalah di sana. Salah satu gangguan yang biasanya terjadi adalah munculnya seriawan. Namun, bisa jadi bintik-bintik putih yang Milk Lovers temukan adalah infeksi jamur atau jamur mulut. Lantas, apa saja hal yang dapat membedakan keduanya?

Sariawan atau Stomatitis

Sariawan merupakan luka atau lesi yang umumnya dangkal dan kecil serta menimbulkan nyeri. Lesi tersebut biasanya muncul pada jaringan lunak dalam rongga mulut (lidah, gusi, bibir, atau sepanjang sisi pipi mulut). Jumlahnya bisa hanya satu atau banyak dan menyebar.

Ada dua jenis sariawan yang dikenal dalam dunia medis, antara lain aphthous stomatitis (seriawan biasa) dan herpes stomatitis (herpes mulut). Keduanya sama-sama membuat Milk Lovers kesulitan bicara dan makan gara-gara kesakitan.

Sebenarnya, sariawan termasuk jenis gangguan kesehatan rongga mulut yang paling umum terjadi. Nyaris setiap orang mengalami masalah ini minimal setahun sekali. Sariawan juga tak memandang usia maupun jenis kelamin, sehingga si Kecil tetap punya risiko mengalaminya. Namun, perempuan lebih rentan mengalami luka akibat perubahan hormon menjelang menstruasi, kehamilan, atau menopause.

Faktor lain yang menyebabkan seriawan mencakup iritasi atau trauma (seperti tak sengaja menggigit gusi atau lidah), ketidakcocokkan dari bahan pembersih gigi yang dipakai, jenis makanan tertentu, alergi, hingga kekurangan vitamin. 

Infeksi Jamur atau Jamur Mulut

Jamur candida adalah pemicu utama infeksi jamur atau jamur mulut. Sebenarnya, jamur candida sudah ada dalam mulut, sistem cerna, hingga kulit Milk Lovers, hanya saja jumlahnya sangat sedikit. Selain itu, jumlahnya juga biasanya dikendalikan bakteri lain dalam tubuh Milk Lovers, sehingga tetap seimbang dan tak menyebar ke tempat lain.

Namun kadang-kadang, penyakit atau konsumsi jenis obat tertentu seperti antibiotik dan kortikosteroid berpotensi mengganggu keseimbangan jumlah bakteri dan jamur. Lantas, kala populasi jamur candida tak terkendali, saat itulah risiko infeksi jamur mulai terjadi.

Hal pertama yang perlu Milk Lovers periksa adalah keberadaan bercak putih atau lesi yang berada di area mulut seperti dinding mulut, tenggorokan, maupun lidah. Infeksi mulut juga kadang muncul di gusi, mulut, amandel, maupun bagian belakang tenggorokan.

Jamur mulut kerap menimbulkan nyeri saat menelan, kesulitan menelan, perasaan ada makanan yang menempel di tengah dada atau tenggorokan, demam saat infeksi menyebar ke luar tenggorokan, sampai mengeluarkan darah saat Milk Lovers menyikat gigi.

Nah, dari penjelasan di atas, Milk Lovers bisa simpulkan sendiri bahwa seriawan dan jamur mulut punya perbedaan pada faktor penyebab, tetapi titik penyebarannya hampir sama. Satu hal yang pasti, bawa si Kecil apabila gangguan rongga mulutnya tak kunjung membaik.