Serangan jantung merupakan salah satu penyakit yang paling menakutkan dan mematikan. Hal inilah yang membuat banyak orang mulai waspada, termasuk mulai rajin mencari informasi terkait tanda-tanda datangnya serangan jantung lewat sinyal tubuh.

Contohnya saja pesan viral terkait satu bulan sebelum serangan jantung terjadi. Dalam informasi tersebut, disebutkan jika tubuh akan memberikan 6 sinyal kepada kita sebelum serangan jantung terjadi, sinyal tersebut adalah :

  1. Tubuh akan mengalami kelelahan yang sangat ekstrim, padahal Anda masih melakukan aktivitas dengan cara normal (tidak ada peningkatan aktivitas fisik).
  2. Anda akan mengalami gangguan tidur, misalnya insomnia tidur mendengkur dan lainnya. Padahal, gejala seperti ini sebelumnya tidak pernah terjadi.
  3. Anda akan mengalami gangguan pencernaan secara tiba-tiba, termasuk sembelit, atau malah jadi sering buang air besar.
  4. Anda akan mengalami kecemasan yang cemas berlebih.
  5. Tiba-tiba nafas terasa sangat sesak.
  6. Lengan tiba-tiba menjadi sangat lemah, dan terasa berat saat akan digerakkan, atau ketika akan diangkat.

Pesan tersebut menyebar di berbagai media sosial, terutama di Facebook. Banyak orang yang percaya dengan informasi tersebut. Tapi bagaimana faktanya?

Serangan jantung hingga kini masih masuk dalam kategori penyakit misterius, atau tidak bisa diprediksi kehadirannya. Bahkan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Indonesia mengkonfirmasi jika pesan tersebut adalah HOAX.

Dilansir dalam Independent, meskipun kedatangan serangan jantung tersebut tidak bisa diprediksi, tapi Anda bisa menghitung faktor resikonya berdasar kondisi tubuh.

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk memprediksi hal ini, salah satunya dengan menghitung Framingham Risk Score (FRS), yang meliputi faktor usia, kebiasaan merokok, total kolesterol darah, tekanan darah sistolik dan total HDL atau kolesterol baik.

Skor FRS yang didapat bisa memprediksi terjadinya serangan jantung hingga 10 tahun mendatang, dan perhitungan ini hanya bisa dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih dengan cara mengetahui dulu profil lemak pasien. Semakin tinggi skor FRS, makin besar pula risiko mengalami serangan jantung.

Jadi jangan asal percaya begitu saja Milk Lovers, pelajari terlebih dahulu, atau bisa juga tanyakan ke dokter/ ahlinya yah!