Sebagian anak dilahirkan berbeda, termasuk mereka yang mengalami disleksia. Bagi Milk Lovers yang mempunyai anak-anak dengan gangguan ini mungkin mengalami kesulitan saat akan mengajarinya membaca. Anak pun membutuhkan proses yang lebih lama untuk memahami sesuatu, khususnya buku atau teks. Disleksia membuat mereka sukar mengingat dan membedakan huruf yang bentuknya hampir sama seperti b, d, u, n, p, q.

Namun, Milk Lovers tidak perlu sedih karena ada beberapa cara yang bisa dipraktikan untuk mengatasi kesulitan tersebut seperti yang dipaparkan berikut ini.

Memanfaatkan Media Belajar

Anak-anak yang mengalami disleksia memang sulit memahami huruf, tetapi mereka akan lebih mudah dalam mempelajari sesuatu lewat gambar. Milk Lovers lantas dapat memanfaatkan media belajar seperti buku bergambar atau tayangan yang kaya akan visualisasi. Pilihlah media yang membantu anak untuk mengenal huruf lewat media tersebut. Sehingga meski anak punya disleksia, dia tetap mampu membaca dan lancar menulis.

Memberikan Motivasi Belajar

Disleksia tak pelak membuat anak frustrasi karena dia tidak bisa belajar seperti teman-temannya. Dalam hal ini, Milk Lovers selaku orangtua harus mampu memompa semangatnya untuk kembali belajar. Beri motivasi lewat kegiatan-kegiatan sederhana seperti membacakan dongeng favoritnya atau menggambar sembari mengenalkan huruf. Beritahu pula bahwa membaca dan menulis bisa dilakukan siapa saja dan akan memberikan banyak manfaat untuk masa depannya nanti.

Memupuk Rasa Percaya Diri

Kepercayaan diri seorang anak yang mengalami disleksia pun kadang lebih rendah dibandingkan anak-anak yang tidak menderita gangguan tersebut. Jika dibiarkan tentu akan membuatnya semakin minder dan sulit bersosialisasi dengan anak lain. Maka dari itu, bantulah anak untuk memupuk rasa percaya diri agar dia kembali bersemangat dalam belajar dan sanggup berteman dengan rekan sepermainannya. Anak pun akan semakin terbiasa dalam mengatasi kesulitannya.

Jangan Salahkan Kondisinya

Milk Lovers maupun sang buah hati tentunya tidak menginginkan gangguan seperti disleksia terjadi. Namun, jangan sekali-kali menyalahkan kondisi tersebut, sebab bukan anak yang membuatnya ada. Milk Lovers mungkin pernah putus asa dan kebingungan untuk menangananinya, tetapi itu bukan berarti Milk Lovers harus mengkambinghitamkan anak atas disleksia. Justru Milk Lovers harus membangkitkan gairah hidupnya walau dia mengalami gangguan tadi.

Dampingi Anak Saat Belajar

Karena anak dengan disleksia lebih kesulitan saat belajar, Milk Lovers harus setia mendampinginya agar dia mampu memahami pelajaran dengan lebih mudah. Selain itu, Milk Lovers juga bisa mengawasi anak dan mengamati perkembangannya dalam menyerap pelajaran, terutama membaca dan menulis. Selain itu, menemaninya belajar akan membuat anak lebih percaya diri untuk mengatasi masalah dan merasa diberikan dukungan penuh oleh orang-orang terdekatnya.

Semoga bermanfaat!