Galau atau sedih secara berlebihan, bisa dikategorikan dalam depresi yang sering dialami anak remaja. Walaupun bagi beberapa orang galau hanya depresi tingkat rendah, tapi kalau dibiarkan, kondisi ini bisa bahaya lho, bahkan bisa menyebabkan bunuh diri.

Menurut penelitian terbaru dari U.S. Substance Abuse and Mental Health Services Administration (SAMHSA), menyatakan jika 3 juta remaja di Amerika Serikat mengalami masalah depresi tiap tahunnya, dimana Oregon jadi negara bagian Amerika dengan tingkat depresi anak remaja paling tertinggi.

Yang mengejutkan, depresi yang dialami remaja di Amerika ini menyerang kepada anak-anak yang berusia antara 12 s/d 25 tahun. Itu tandanya, kelompok usia yang harusnya sedang on fire ini, terbilang sangat rentan dengan depresi, dan terkait tingginya angka bunuh diri.

Menurut Paolo del Vecchio, selaku direktur SAMHSA Center for Mental Health Services, menyatakan jika depresi merupakan masalah klasik yang benar-benar berkembang di era digital. Dari beberapa kasus depresi, kebanyakan masalah ini berawal dari sosial media, bullying hingga penggunaan narkoba.

Selain itu, faktor orang tua dan lingkungan pun berperan aktif atas tingginya depresi anak remaja ini. Bagaimanapun juga, di usianya yang masih sangat muda, mereka masih membutuhkan bimbingan agar mampu menapaki hidupnya dengan baik.

Terus, gimana dong solusinya?

Lebih lanjut lagi, Vecchio menyatakan jika depresi dikalangan anak remaja sebenarnya bukan hal yang sulit untuk dihindari. Pasalnya, untuk mengatasi masalah depresi mereka, solusinya cukup dengan pendekatan yang efektif dari anggota keluarga terdekat, guru, teman, hingga masyarakat sekitar.

Selain itu, solusi lainnya yang bisa dilakukan adalah, dengan mencukupi kebutuhan tidur. Solusi ini tercipta terkait sebuah penelitian yang menemukan jika remaja dengan jam tidur yang cukup, cenderung mengalami penurunan risiko depresi hingga 24 persen.

Angka penurunan risiko depresi ini ditenggarai sebagai efek mereka terhindar dari kehidupan malam, mood yang lebih terjaga dan berbagai hal positif lainnya yang didapat dari tidur. So, tunggu apalagi. Cukup kebutuhan tidur harian kamu agar masalah depresi bisa dihindarkan!