Pneumonia atau juga sering disebut dengan penyakit radang paru – paru dapat menyerang siapa pun di berbagai tingkatan usia. Jika penyakit ini terjadi remaja atau orang dewasa diagnosis yang dilakukan tidak begitu sulit karena penderitanya dapat menyebutkan keluhan yang dialami secara terperinci pada dokter. Hal ini akan berbeda jika pneumonia terjadi pada anak – anak, khususnya balita.

Mereka belum dapat menyebutkan keluhan yang diderita.Hal ini tentu menjadi tugas bagi para orangtua agar lebih peka mengenali gejala – gejala yang ditimbulkan sehingga dapat segera memahami dan mengetahui jika anaknya terkena pneumonia maupun penyakit lain. Pasalnya pneumonia pada balita cukup jarang atau bahkan tidak memperlihatkan gejala yang khas.

Pneumonia itu sendiri termasuk infeksi saluran pernapasan akut yang berbahaya. Gangguan yang disebabkan bersifat mendadak. Ketika terserang pneumonia, fungsi paru – paru akan terganggu sehingga tubuh kehilangan oksigen dan dampak yang ditimbulkan sangat berbahaya.

Tubuh yang kekurangan asupan oksigen dapat menyebabkan dampak yang serius pada penderitanya. Pneumonia biasanya ditunjukkan dengan adanya gejala selesma atau common cold. Penderitanya mengalami demam yang diiringi atau tanpa pilek dan batuk. Gejala tersebut dapat diiringi dengan rasa nyeri kepala dan kehilangan nafsu makan. Ketika kuman pneumonia masuk, ia akan menginfeksi saluran pernapasan bawah sehingga napas menjadi cepat dan sesak.

Selama ini banyak anggapan bahwa penderita pneumonia tidak boleh minum susu atau mengkonsumsi produk susu seperti keju dan yoghurt. Anggapan ini sebenarnya tidak sepenuhnya benar. Pasalnya penderita pneumonia masih dapat mengkonsumsi susu dengan aman tetapi bukan susu sapi melainkan susu kambing, susu kedelai, dan susu almond.

Susu kambing diketahui mengandung flourin dan betakasein yang bermanfaat untuk mencegah dan membantu proses penyembuhan penyakit pneumonia. Kedua zat dalam susu kambing tersebut bersifat sebagai antibiotik. Selain itu flourin dan kasein juga termasuk zat yang berfungsi menekan jumlah bakteri yang masuk ke tubuh dan dapat mengaktifkan sistem kekebalan tubuh.

Kadar flourin yang terdapat di dalam susu kambing etawa hingga 100 kalil lebih tinggi jika dibandingkan susu sapi. Susu kambing yang bersifat basa juga sangat aman untuk tubuh. Kandungan lemak pada susu kambing sangat mudah dicerna karena memiliki tekstur yang halus dan lembut serta memiliki sifat homogen alami. Selain melakukan diet susu kambing etawa, penderita pneumonia juga dianjurkan untuk mengkonsumsi buah dan sayuran berwarna cerah seperti tomat, jeruk, dan beri-berian.