Kandungan protein dalam susu kedelai memang lebih tinggi ketimbang susu sapi. Hitungannya, dalam 250cc susu sapi, terkandung sekitar 8 gr protein. Sementara susu kedelai, mengandung 10gr protein, dalam jumlah dan takaran yang sama.

Tapi ingat Milk Lovers, meskipun jumlah protein dalam susu sapi masih kalah dari susu kedelai, tapi kualitas susu sapi (susu dari hewan) jauh lebih baik ketimbang susu kedelai. Selain itu, susu sapi pun jauh lebih mudah di cerna dan diserap tubuh.

Anak Laki-laki Batasi Susu Kedelai!

Selain karena pertimbangan kualitas protein, khusus anak laki-laki, mereka disarankan untuk tidak mengonsumsi susu kedelai secara berlebihan. Hal ini karena dalam produk olahan kedelai (termasuk susu kedelai, tahu dan tempe), mengandung zat yang bekerja mirip dengan hormon estrogen.

Sementara estrogen sendiri merupakan hormon khas kaum wanita. Hal inilah yang dikhawatirkan akan menurunkan kadar testosteron, yang merupakan hormon khas kaum pria.

Menurut dr.Nugroho Setiawan, Sp.And, dari dari RS Fatmawati Jakarta, testosteron sangat dibutuhkan anak laki-laki yang sedang dalam masa pertumbuhan, terutama bagi mereka yang berusia 7-10 tahun. Pasalnya, hormon ini berfungsi untuk memaksimalkan perkembangan organ genetalianya.

Contohnya, hormon testosteron berfungsi untuk membantu pembesaran testis dan penisnya. Sebaliknya, jika testosteron mereka rendah, kemungkinan dia akan mengalami kondisi yang disebut micro penis dan skrotum yang tinggi. Mau tidak mau, hal ini pun berpengaruh juga pada kesuburannya.

Tidak hanya mengonsumsi produk yang terbuat dari kedelai, anak laki-laki disarankan untuk mengindari obesitas. Pasalnya, kondisi ini bisa berpengaruh juga pada kadar testosteron, dimana obesitas berkaitan dengan pertumbuhan organ genetalianya yang terhambat.

Bagaimana ciri anak dengan testosteron rendah?

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengetahuinya, salah satunya dengan mengecek skrotum mereka. Jika dia punya skrotum yang tinggi dan tidak berwarna kehitaman, atau memiliki penis yang sangat kecil (micro penis), kemungkinan besar testosteronnya rendah.

Tapi untuk menjamin akurasinya, sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter. Jika memang kondisi testosteron anak rendah, biasanya dokter akan melakukan terapi sulih hormon sebelum anak masuk usia pubertas. Jika terlambat diatasi, kondisi ini biasanya cenderung sulit untuk diobati.