Susu adalah sumber gizi yang baik untuk tubuh. Susu disebut – sebut sebagai makanan dengan kandungan zat gizi yang lengkap. Selain mengandung air, susu juga mengandung karbohidrat, protein, mineral, lemak, enzim, dan vitamin (A,C,D) dalam jumlah yang memadai. Manfaat dari susu sebenarnya adalah hasil dari interaksi molekul – molekul yang terdapat di dalamnya. Dengan alasan tersebut, susu dianjurkan untuk semua kalangan.

Setelah berusia 1 tahun ke atas, anak sudah mulai dapat diberi whole milk (susu non formula). Susu UHT adalah susu yang diolah dengan pemanasan suhu tinggi sekitar 140 derajat Celsius dalam waktu 2-4 detik. Pemanasan tersebut dilakukan untuk membunuh microorganisme baik bakteri pathogen maupun pembusuk  serta spora. Proses pemanasan yang singkat bertujuan untuk menjaga kandungan nutrisi alami susu segar.

Apalagi bahan baku untuk susu UHT adalah susu segar dengan kualitas tinggi. Pakan sapi wajib diatur agar menghasilkan susu berkualitas dan memiliki zat gizi memadai, beban bahan toksis dan antibiotik.

Kualitas susu segar juga didukung dengan teknik pemerahan yang benar meliputi pencegahan kontaminasi fisik dan mikrobiologis dengan sanitasi pekerja dan alat pemerah. Susu segar yang baru diperah wajib diberi perlakuan dingin termasuk saat proses transportasi susu ke pabrik. Proses pengolahan di pabrik untuk menjadikan susu UHT juga dilakukan dengan sanitasi maksimum yakni menggunakan peralatan steril dan meminimalisir kontak dengan tangan. Semua proses dilakukan secara aseptic. Dengan kemasan aseptic multilapis, susu UHT dijamin bebas bakteri dan tahan lama serta tidak perlu menggunakan pengawet.

Jadi dapat disimpulkan bahwa susu UHT selain memiliki nilai gizi yang lebih juga merupakan susu yang higienis. Jika Milk Lovers mengkonsumsi susu UHT dan telah membuka kemasannya, susu tersebut wajib disimpan di kulkas. Kerusakan susu UHT dapat dengan mudah dideteksi secara visual; yakni kemasan susu yang menggelembung. Selain itu, kerusakan juga ditandai dengan munculnya rasa dan aroma yang masam.