Janjian jam 2, dia baru datang jam 3! Itulah salah satu kelakukan menyebalkan si temen tukang ngaret. Mau diingatkan, susah masuknya. Nggak diingatkan, malah makan ati. Ya sudah, akhirnya mau tidak mau kamu pun harus maklum karena memang dia mah gitu.

Tapi jangan nyerah dulu Milk Lovers. Sebelum mengambil jurus yang lebih ekstrim, sebaiknya lakukan dulu beberapa trik untuk mengatasi si teman yang sering ngaret.

Majukan Jadwal Janjian

Strategi pertama yang dilakukan adalah, majukan jadwal ketemuan. Jika jadwalnya jam 11, maka beritahu dia kalau pertemuan akan dilakukan jam 10. Dengan demikian, si teman ngaret ini akan melakukan persiapan lebih awal, bahkan bukan tidak mungkin dia akan jadi yang paling pagi datangnya.

Agar lebih maksimal, sebaiknya rencanakan ini dengan teman-teman lainnya. Dengan begitu, acara yang sudah disusun sejak awal, bisa dimulai tepat waktu sesuai jadwal.

Tinggalkan

Kalau tidak bisa mengimbangi gerak cepat kamu dan teman-teman lainnya, mendingan tinggalkan. Pasalnya, nggak lucu kalau kamu dan teman-teman lainnya jadi lambat hanya gara-gara satu orang. Cara ini pun diharapkan jadi shock theraphy agar dia bisa lebih menghargai waktu.

Tunjukkan Rasa Marah

Bagaimanapun juga, kamu nggak akan mampu jadi Mr atau Mrs baik hati terus menerus. Sesekali, tunjukan taringmu dan biarkan dia tahu kalau kamu pun bisa galak. Harapannya, semoga teknik ini bisa jadi cambuk agar dia bisa memperbaiki kebiasaan buruknya itu.

Yang harus jadi catatan, jangan sampai kemarahanmu itu berujung kepada hancurnya persahabatan. Di sinilah peran teman-teman lainnya sebagai pendingin di tengah situasi yang panas.

Jangan Tanggapi

Ketika telat pertama, kamu bisa memberikan toleransi, mungkin dia sibuk dengan pekerjaannya, atau terjebak macet parah. Tapi kalau sudah beberapa kali, atau bahkan sudah jadi kebiasaan, jangan tanggapi segala permintaan maafnya. Cara ini bisa jadi salah satu teknik untuk menunjukan kekecewaanmu.

Milk Lovers, menghadapi teman yang suka ngaret memang butuh kesabaran dan mental yang kuat, tapi ingat, jangan sampai kebiasaan ini terus dia pelihara. Ini demi kebaikanmu dan kebaikan dia juga!