Ketika memasukkan anak ke sekolah, Milk Lovers akan melihat kolom berisi daftar ekstrakurikuler di formulir pendaftaran. Kegiatan ekstrakulikuler biasanya terdiri atas aktivitas non-formal yang menunjang pendidikan formal si Kecil di sekolah. Dalam hal ini, Milk Lovers dapat meminta si Kecil memilih aktivitas ekstrakulikuler mana yang sesuai minat atau kemampuannya.

Sayangnya, segelintir orangtua masih berpikir kegiatan ekstrakulikuler kurang penting karena membuang waktu dan biaya, pasalah aktivitas non-formal tersebut mempunyai manfaat seperti:

  1. Memperkaya pengetahuan dan wawasan

Ada materi-materi pembelajaran yang hanya akan didapatkan di kegiatan ekstrakulikuler. Misalnya, di grup pecinta alam, anggota yang ikut mendaki bakal tahu etika pendakian yang mungkin tidak ada di materi pendidikan formal. Si Kecil juga akan melihat sesuatu dari sudut pandang berbeda, sehingga dia terlatih dalam memutuskan pilihan dan menyaring informasi yang masuk.

  1. Membantu menemukan bakat atau minat anak

Membebaskan si Kecil menentukan kegiatan ekstrakulikuler yang ingin diikuti secara tidak langsung akan membantu Milk Lovers menemukan bakat atau minatnya. Berbeda dari sistem pendidikan formal yang mengharuskan siswa mempelajari materi yang telah diatur kurikulum. Mengimbanginya dengan kegiatan ekstrakurikuler bakal membantu si Kecil mengembangkan potensi yang dikuasainya.

  1. Melatih anak bersosialisasi dan bekerjasama

Kegiatan ekstrakulikuler yang lebih santai akan membuat anak lebih leluasa dalam berkomunikasi. Si Kecil juga lebih berani mengutarakan opini atau keinginanannya, karena dia berada dalam lingkungan yang disukainya. Di sisi lain, si Kecil juga bakal terlatih dalam membangun kelompok dan kerja sama dengan teman-temannya yang memiliki latar belakang beragam.

  1. Membiasakan anak mengatur waktu sendiri

Selain mengasah minat atau bakat, bergabung dalam kegiatan ekstrakulikuler pun membuat si Kecil lebih aktif pada aktivitas positif. Salah satunya mandiri mengatur waktu sendiri. Jika biasanya dia lebih senang bermain, maka setelah mengikuti kegiatan ekstrakulikuler, mau tidak mau dia perlu mengatur ulang waktu belajar, bermain, dan beraktivitas dalam kelompoknya.

  1. Menjauhkan anak dari tekanan hingga stres

Rutinitas sehari-hari yang dilakukan dalam jangka waktu lama akan membuat si Kecil kebosanan dan stres. Apalagi ada peraturan yang seakan-akan mengekangnya buat melakukan aktivitas lain. Namun, si Kecil yang mengikuti kegiatan ekstrakulikuler bakal terhindar dari tekanan maupun stres. Pasalnya, dia bebas melepaskan beban lewat berbagai aktivitas yang sesuai dengan minat maupun bakatnya.

Dari pemaparan di atas, Milk Lovers bisa menilai sendiri sepenting apa kegiatan ekstrakulikuler untuk si Kecil. Di sisi lain, Milk Lovers juga harus memastikan aktivitas non-formal ini tidak membuat si Kecil cepat lelah atau mengganggu sesi belajar formalnya. Jika kegiatan ekstrakulikuler tadi malah mendominasi, minta si Kecil untuk memilih aktivitas lain.