Anak – anak tidak jauh berbeda dengan kita. Berbeda anak, berbeda pula tingkat kesabarannya. Sikap sabar dalam diri anak tidak selalu dapat muncul begitu saja. Kadang atau bahkan sering, Milk Lovers menjumpai anak yang menangis ketika meminta sesuatu harus saat itu juga tanpa mengetahui keadaan atau kurang sabar menunggu sesuatu yang memang seharusnya belum ia dapatkan.

Dalam kondisi seperti ini, kesabaran merupakan sikap yang sangat penting untuk diajarkan kepada anak sedini mungkin. Kesabaran anak dapat dibiasakan dan dilatih untuk membangun pribadi yang lebih sabar. Oleh sebab itu dibutuhkan cara yang tepat untuk melatih kesabaran si kecil. Anak – anak balita memang cenderung belum memahami konsep waktu. Jadi mereka belum mampu bersabar walaupun hanya sebentar. Jadi perlu cara yang tepat untuk melatih kesabaran si kecil seperti berikut:

Menjadi Contoh

Ingat bahwa anak selalu belajar dari orangtuanya. Jadi selalu berhati – hati terhadap ucapan atau bahasa tubuh yang Milk Lovers gunakan ketika menunggu sesuatu. Sebagai pengganti memperlihatkan kekesalan atau mengomel saat menghadapi kemacetan, cobalah untuk tetap santai. Jika Milk Lovers sendiri bersikap tidak sabaran, anak juga akan menirunya.

Refleksi Pendengaran

Anak tidak memerlukan kata – kata untuk mengekspresikan apa yang ia rasakan. Milk Lovers dapat membantunya mengeluarkan emosinya. Contohnya saat harus antre di kasir dan antrean cukup panjang, coba katakan padanya demikian, “Ibu tahu menunggu sangat sulit dan perlu waktu lama. Tetapi adik hebat bisa menunggu.” Bila Milk Lovers memujinya sebagai anak hebat dan kuat, ia akan dengan sendirinya mencoba lebih kuat.

Rasional

Meminta si kecil untuk menunggu waktu makan hingga 1 jam pasti terlalu lama dan sudah melampaui batas kemampuan anak. Bila Milk Lovers menunggu pesanan makanan di sebuah restoran, mintalah pelayan untuk menyediakan biskuit atau roti ketika Milk Lovers duduk dan memesan makanan. Sambil menunggu pesanan datang, beri si kecil mainan atau buku supaya ia tetap sibuk.

Mengembangkan Strategi Menunggu

Jika harus menunggu, berikan penjelasan pada si kecil apa yang perlu dilakukan untuk menghabiskan waktu. Contohnya, “Apa ya, yang sebaiknya kita lakukan sambil menunggu? Membaca buku atau bernyanyi?” Dengan menawarkan berbagai pilihan, si kecil akan terbiasa mencari kegiatan saat ia harus menunggu.

Menggunakan Timer

Gunakan timer untuk membantu si kecil membayangkan konsep menunggu. Bila si kecil merengek minta sesuatu, misalnya dibacakan dongeng tetapi Milk Lovers sedang sibuk mengerjakan sesuatu yang tidak boleh ditinggalkan, cobalah menggunakan timer. Misalnya atur waktu selama 5 menit dan katakan pada si kecil, “Adik perhatikan alat ini, jika alatnya berbunyi, ibu akan segera membacakan dongeng untuk Adik!”.