Seperti yang kita ketahui, sarapan merupakan kegiatan penting yang tidak boleh dilewatkan setiap pagi. Waktu makan ini merupakan momen yang menentukan kesiapan Milk Lovers untuk beraktivitas. Tanpa sarapan, Milk Lovers bukan hanya merasa lemas, tetapi juga kehilangan fokus saat mengerjakan sesuatu yang penting. Meski demikian, menu sarapan juga harus diperhatikan supaya kesehatan tetap terjaga.

Salah satu asupan yang kerap asal ditakar adalah gula. Seorang ahli kesehatan dari Inggris menyatakan bahwa asupan gula dalam sarapan untuk anak memenuhi kebutuhan separuh konsumsi gula harian normal. Sayangnya, masih ada sebagian orangtua yang memberikan terlalu banyak gula untuk anak mereka. Beberapa menu makanan tinggi gula yang disantap sarapan meliputi sereal manis, selai untuk roti, hingga jus.

Masalah Kesehatan Akibat Asupan Gula Tinggi

Konsumsi gula yang berlebihan akan memicu berbagai gangguan kesehatan—tak terkecuali untuk anak-anak, Milk Lovers. Kerusakan gigi, bertambahnya lingkar pinggang, hingga penyakit seperti diabetes tipe 2 adalah segelintir efek samping yang harus diketahui. Yang mengenaskan, dampak-dampak tersebut dihasilkan dari konsumsi gula jangka panjang sejak anak-anak. Bahkan tidak menutup kemungkinan si Kecil juga akan menderita gangguan kesehatan tersebut dalam jangka waktu yang cepat.

Hal tersebut telah dibuktikan oleh hasil survei yang dilakukan di Inggris. Anak-anak berusia 4 sampai 10 tahun menerima asupan gula dua kali lipat dari yang dianjurkan ahli. Survei yang telah melibatkan 200 orangtua dari anak-anak tadi menyebutkan bahwa asupan gula berlebih tersebut ternyata dimulai dari sarapan. Setidaknya, 84% orangtua dalam survei ini menyangka kalau mereka telah memberikan asupan gizi dan nutrisi yang mencukupi untuk meningkatkan kesehatan anak-anak mereka. Padahal dan tanpa disadari, anak-anak mereka telah mengonsumsi sekitar 11 gram gula atau tiga kali dari gula kubus.

Asupan gula tersebut biasanya diperoleh dari semangkuk kecil sereal yang memiliki kandungan dua kubus gula dan olesan cokelat yang terdapat pada roti bakar yang dapat mengandung sekitar tiga kubus gula. Sementara itu, segelas jus buah bisa memiliki kandungan lima kubus gula. Sekilas, kombinasi makanan dan minuman ini tidak tampak berbahaya untuk sarapan. Namun nyatanya, dapat menjadi pemicu dari kadar gula berlebih dalam tubuh anak, Milk Lovers.

Dr. Alison Tedstone, selaku kepala ahli gizi dari Public Health England, pun menyatakan bahwa anak-anak harus mengonsumsi makanan sehat untuk sarapan mereka. Sayangnya, pagi hari menjadi waktu yang sibuk bagi orangtua untuk menyiapkan menu sehat. Sehingga sebagian dari mereka menyiapkan makanan instan yang mudah diolah. Untuk mencegah asupan gula berlebih, Milk Lovers dapat memakai sebuah aplikasi untuk memindai kandungan gula dalam sebuah makanan sebelum si Kecil menyantap sarapannya.