Milk Lovers pasti sudah sering dengar kalau melewatkan sarapan berpotensi mengganggu kesehatan tubuh. Lantas, kapan, sih, waktu yang tepat buat santap pagi? Apa setelah Milk Lovers bangun tidur atau beberapa jam selepas matahari terbit?

Disitat dari Womens Health, setiap orang mempunyai waktu makan berbeda yang didasarkan pada aktivitas, kondisi tubuh, serta sistem cernanya. Milk Lovers mungkin tipe yang bisa menikmati santap pagi begitu bangun tidur, tetapi ada juga, lho, yang memakan sarapan saat sampai di kantor. Namun, sejumlah pakar gizi lebih merekomendasikan buat sarapan di waktu yang tepat.

Kapan Sebaiknya Milk Lovers Sarapan?

Theresa Shank, pakar gizi dari Philadelphia, mengungkapkan bila waktu yang paling pas buat menyantap sarapan adalah dua jam setelah Milk Lovers bangun tidur. Hal ini disebabkan pada waktu tersebut baik nafsu makan maupun gula darah sedang stabil dibandingkan waktu lainnya.

Santap pagi di waktu gula darah saat tak seimbang akan memberikan dampak buruk pada kesehatan Milk Lovers. Shank melanjutkan kalau gula darah yang tak stabil malah akan memunculkan reaksi cepat lapar atau meningkatkan nafsu makan.

Sementara itu, tubuh memerlukan jeda setelah diajak berpuasa semalaman. Tak peduli Milk Lover bangun pukul lima atau delapan pagi, setidaknya beri jeda dua jam sebelum Milk Lover menyantap sarapan, ya. Namun, syarat tersebut tak berlaku bagi Milk Lovers yang menderita diabetes. Semakin lama jeda yang diambil, semakin baik pengaruhnya pada kesehatan.

Pendapat Lain Mengenai Waktu Buat Sarapan

Pakar gizi lain seperti Maya Feller dar lembaga gizi di Brooklyn ternyata punya pendapat berbeda tentang waktu buat sarapan. Menurut Feller, Milk Lover tak perlu menunggu selama dua jam. Santap pagi dapat dilakukan selama perut Milk Lovers membutuhkan asupan makan.

Kemudian, kalau Milk Lovers terbiasa berolahraga, pastikan apa Milk Lovers tipe yang bisa latihan fisik tanpa sarapan atau harus makan sesuatu dulu. Pusing yang muncul di tengah olahraga dapat menandakan kalau tubuh Milk Lovers perlu asupan makan. Tak perlu yang mewah, sepotong roti panggang atau pisang dinilai cukup buat isi ulang energi. Memaksakan diri untuk meneruskan olahraga hanya akan membahayakan kesehatan.

Menyoal kebiasaan melewatkan sarapan, hal ini mungkin tak akan menciptakan masalah kalau Milk Lovers hanya melakukannya sesekali. Namun, mereka yang mengidap diabetes melitus tipe 2 akan menghadapi masalah serius kalau sampai absen sarapan. Selain gula darah turun, Milk Lovers juga akan sulit berkonsentrasi hingga memperlambat sistem metabolisme.

Shank merekomendasikan segelas air putih dan makanan ringan seperti buah segar, telur rebus, atau yogurt sebagai sarapan sehat. Jadi Milk Lovers pun punya tenaga buat menjalankan kegiatan sehari-hari.