Jujur, kapan terakhir kamu minum susu? Kalau jawabannya, “sudah lama banget” atau ngerasa “itu, kan, minumannya anak kecil”, kamu enggak sendirian. Tapi, sayangnya, kamu juga salah kaprah.

Persepsi bahwa susu cuma relevan buat balita dan anak SD adalah salah satu miskonsepsi gizi yang umum di Indonesia. Ironisnya, justru karena miskonsepsi ini, konsumsi susu masyarakat Indonesia menjadi salah satu yang terendah di Asia Tenggara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, konsumsi susu nasional hanya sekitar 16,3 kg per kapita per tahun. Padahal nutrisi susu penting untuk semua kelompok usia.

 

Masa Remaja: Fase Krusial yang Enggak Boleh Kelewatan

Waktu remaja, tubuh lagi kerja keras di puncaknya. Selain tinggi badan, ada pembentukan kepadatan tulang yang prosesnya baru selesai sekitar usia 25 tahun. Ini artinya, apa yang kamu konsumsi selama fase remaja, jadi fondasi kondisi tulang kamu tiga pulih tahun ke depan.

Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat IPB, Prof. Dr. Ir. H. Hardinsyah, MS., bilang, susu kaya akan mikro dan makronutrien yang dibutuhkan untuk pertumbuhan optimal, daya tahan tubuh, dan fungsi kognitif, mulai dari usia dini hingga dewasa.

 

Orang Dewasa: Bukan Berarti Kebutuhan Nutrisinya Berhenti

Begitu masuk dunia kerja, susu kerap tergantikan oleh kopi buat melek pagi, teh buat nemenin meeting atau soda buat teman makan siang. Tanpa disadari, asupan kalsium harian ikut berkurang dari rutinitas.

Padahal, kebutuhan kalsium orang dewasa justru makin penting seiring bertambahnya usia. Kemampuan tubuh menyerap kalsium terus menurun, sementara kebutuhan untuk menjaga massa tulang dan fungsi otot tetap sama. 

 

Lansia: Saat Susu Semakin Enggak Bisa Ditawar

Untuk kelompok usia lanjut, terutama perempuan yang sudah memasuki masa menopause, risiko osteoporosis dan pengeroposan tulang meningkat drastis. Di sinilah, susu bukan lagi sekedar pilihan melainkan kebutuhan nyata. Banyak produk susu untuk lansia, bahkan diformulasikan dengan kandungan kalsium yang lebih tinggi dari susu biasa, lantaran kebutuhan di fase ini memang berbeda. 

 

Nah, terbukti, kan, susu penting buat kita yang sudah remaja dewasa ini. Jadi, mulai sekarang, coba balik lagi ke kebiasaan simpel yang sering dilupain, karena tetap 100% Ultra bukan cuma soal usia, tapi juga soal pilihan yang kamu buat setiap hari.