Walaupun secara bahasa Internasional susu yang di fermentasikan itu dikenal dengan nama yoghurt, tapi ternyata beberapa negara memiliki yoghurt mereka dalam versi tersendiri. Contohnya saja Indonesia yang memiliki dadiah, yang merupakan hasil fermentasi dari susu kerbau.

Berbeda dengan Indonesia, ternyata orang-orang yang hidup di pegunungan Kaukasus, dan sebagian wilayah Rusia, ternyata memiliki juga versi yoghurt mereka sendiri yang disebut dengan namaKefir. Lantas, bagaimana sih rasanya kefir itu?

Kalau dibandingkan dengan yoghurt, sebenarnya rasa kefir itu sama, yakni sedikit asam. Hanya saja, komposisi bakteri dalam kefir ini sedikit berbeda dengan yoghurt, bahkan banyak penelitian yang menyatakan jika kekuatan probiotik kefir jauh lebih hebat ketimbang yoghurt.

Hal inilah yang kemudian membuat kefir lebih dikenal sebagai minuman kesehatan untuk menjaga stamina tubuh dengan cara memanipulasi keseimbangan bakteri probiotik dalam tubuh.Tidak hanya itu, konon katanya, kefir merupakan rahasia stamina prima orang pegunungan Kaukasus lho!

Sejarah Kefir

Mengenai sejarah pebuatan Kefir, masyarakat pegunungan Kaukasus mempercayai jika Nabi Muhammad SAW merupakan orang yang pertama kali mengajarkan para penganut paham ortodok dan bangsa Kaukasus untuk membuat minuman fermentasi susu dengan menggunakan biji kefir.

Setelah itu, orang-orang di pegunungan Kaukasus pun mulai membuat Kefir sebagai minuman kesehatan. Bahkan karena dianggap sebagai warisan leluhur, mereka lantas merahasiakan resep susu fermentasi ini, dan hanya mengajarkan resep ini kepada keturunannya saja.

Alhasil, selama berabad-abad, pengetahuan tentang pengetahuan pembuatan Kefir ini pun terjaga hanya dalam lingkungan orang yang tinggal di pegunungan Kaukasus Utara saja. Kondisi ini mengingatkan kita kepada sejarah pedang Damaskus yang akhirnya lenyap tak berbekas.

Walaupun begitu, lewat serangkaian penelitian yang dilakukan para dokter di Rusia, menyatakan jika Kefir merupakan obat terbaik untuk menyembuhkan penyakit TBC. Hal inilah yang kemudian membuat Kefir ini dijadikan sebagai sanatorium untuk penyembuhan pasien TBC.

Selain itu, Kefir pun dianggap berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai gangguan usus dan perut. Bahkan lewat artikel ilmiah yang diterbitkan oleh ilmuwan Rusia di akhir abad ke-19, terungkap jika Kefir merupakan susu fermentasi dengan kekuatan probiotik yang luar biasa.

Hingga kini, akhirnya kita pun bisa dengan mudah mencicipi produk Kefir, dan bahkan sudah banyak orang yang mulai membuatnya sendiri. Bagaimana dengan Milk Lovers, apakah pernah merasakan kesaktian dari Kefir ini?