Balita, anak-anak, remaja hingga dewasa memerlukan susu untuk melengkapi kebutuhan nutrisinya. Kandungan terbesar dan khasiatnya kurang lebih sama, yakni kalsium dan protein. Namun, di setiap fase usia, komposisi nutrisi yang dibutuhkan berbeda-beda.

Itulah kenapa banyak sekali varian susu berdasarkan usia. Umumnya, semakin bertambah umur maka nutrisi yang dibutuhkan semakin kompleks. Bila milk lovers meminum susu dewasa sebelum waktunya, bisa terjadi kelebihan nutrisi. Begitu pula sebaliknya dan hal ini tentu tak baik untuk kesehatan serta tumbuh kembang.

Ketika masih balita, ASI adalah yang terbaik hingga usia menginjak 1 tahun. Setelah itu, ibu boleh menambahkan susu formula untuk pendamping atau tambahan. Susu formula memiliki label usia yang  bebeda mulai 1 tahun hingga 12 tahun. Dari yang awalnya keperluan susu untuk pertumbuhan berkembang, jadi keperluan susu untuk mencukupi vitamin dan mineral lainnya. Khususnya meningkatkan fungsi otak dan kekuatan fisik.

Karena perbedaan nutrisi inilah orang tua perlu belajar dan menambah pengetahuan. Sangat baik bila anggota keluarga dibiasakan minum susu bersama-sama. Tapi bedakan jenis dan produk susunya sesuai usia dan kebutuhannya. Risiko mengonsumsi susu tak tepat usia dan kebutuhan, bisa dianalogikan seperti milk lovers memberikan mainan pisau tajam pada balita. Bahayanya memang tidak langsung, tapi secara bertahap.

Perlunya Edukasi Mengenai Pemberian Susu Tepat Usia

Sepintas hal ini mungkin sepele, tapi faktanya banyak orang tua yang belum paham. Sejumlah penelitian menunjukkan banyak keluarga yang memiliki persediaan susu cair untuk anggota keluarga. Konsumsi susu tersebut diberikan sama pada anak-anak, dewasa dan lansia. Bahkan tak jarang balita yang perlu dijaga asupan nutrisinya malah mengonsumsi susu cair.

Menurut pakar kesehatan, tak masalah jika pemberian dilakukan sesekali. Tapi tidak baik jika menjadi kebiasaan. Misalnya untuk orang dewasa dan lansia sangat dianjurkan mengonsumsi susu yang rendah lemak. Sementara balita dan remaja membutuhkan susu yang tinggi kalsium, vitamin dan mineral untuk pertumbuhan.

Fenomena pemberian susu tak tepat usia ini juga berbanding lurus dengan masalah gizi. Seperti diketahui, negeri ini masih memiliki dua polemik lama yakni soal kekurangan gizi dan kelebihan gizi. Pemberian gizi yang tak tepat bukan hanya memicu masalah kesehatan, tapi pertumbuhannya.

Itulah mengapa perlunya edukasi agar milk lovers mengonsumsi susu sesuai usia. Utamanya untuk orang tua, agar tak sembarangan dan asal hemat tanpa memikirkan dampaknya.

Bila orang tua memiliki anggota keluarga (anak-anak) di rentan usai berdekatan, tak masalah memberikan susu yang sama. Namun, pakar kesehatan menyarankan untuk memperhatikan kebutuhan nutrisi yang jelas berbeda. Kelengkapan nutrisi tersebut bisa diperoleh dari asupan makanan dan pola hidup sehat yang dibiasakan sejak dini. Tentu akan lebih mudah serta menyenangkan bila keluarga bersama-sama menjaga kesehatan dan rajin minum susu.