Fobia sosial atau gangguan kecemasan sosial merupakan kondisi ketika penderita merasa ketakutan tanpa sebab ketika ia berinteraksi dengan orang lain. Yang dimaksud dengan ketakutan di sini bukan sekadar rasa malu ketika berkenalan, atau demam panggung saat berdiri di hadapan banyak orang. Justru, rasa takut tersebut saking kuatnya bisa mengambil alih diri Milk Lovers, sehingga Milk Lovers akan benar-benar mencoba menghindari berbagai situasi yang bisa memicu timbulnya rasa sakit tersebut. Belum lagi, fobia sosial juga bisa mengakibatkan berbagai reaksi fisik yang menyulitkan penderitanya.

Kondisi ini bahkan telah diakui secara resmi oleh para profesional di dunia medis. Artinya, kondisi fobia sosial jelas tidak bisa dibiarkan saja karena efeknya bisa menghambat aktivitas sehari-hari penderita. Karena itu, kalau Milk Lovers atau orang terdekat Milk Lovers memiliki kondisi ini, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasinya, meskipun bantuan profesional jelas tetap dibutuhkan.

Kenali Apa Pemicunya

Meskipun fobia sosial terlihat seperti kondisi yang muncul tanpa sebab, sebenarnya ada situasi yang jadi pemicunya. Karena itu, coba Milk Lovers analisis apa situasi yang bisa menyebabkan fobia sosial Milk Lovers atau orang terdekat timbul. Dengan begitu, akan terasa lebih mudah bagi Milk Lovers untuk menghindari dan mengatasi pemicu tersebut.

Belajar Kendalikan Diri

Ketika gejala fobia sosial timbul, penderitanya bisa merasa seperti tak berdaya, seolah-olah rasa takut yang amat sangat tersebut menguasai dan mengambil alih kendali atas tubuh penderita. Padahal, sebenarnya hal tersebut sama sekali tidak demikian. Karena itu, agar tetap bisa mengendalikan diri ketika serangan fobia sosial muncul, membuat tubuh jadi rileks sangat penting.

Hal ini bisa dilakukan dengan mengontrol pernapasan, karena rasa takut bisa menyebabkan napas jadi cepat seperti terengah-engah, dan hal ini bisa menimbulkan rasa pusing yang mampu meningkatkan kecemasan. Tariklah napas secara perlahan dan mendalam lewat hidung, kemudian buang secara perlahan juga melalui mulut.

Bersabar

Milk Lovers perlu bersabar dalam tahap mengatasi fobia sosial ini, baik sebagai penderita maupun orang terdekat dari penderita kondisi ini. Pasalnya, dengan bantuan profesional sekalipun, masing-masing orang memiliki respon yang berbeda-beda dalam menghadapi kondisi fobia sosial ini. Karena itulah mengatasi fobia sosial merupakan sebuah proses yang berkelanjutan, dan bukan sesuatu yang bisa langsung sembuh atau lenyap begitu saja. Sekalipun kondisi penderita sudah membaik, ada situasi di mana gejalanya kembali muncul, yang bisa diatasi sekali lagi dengan mengikuti langkah-langkah yang dianjurkan secara medis serta cara-cara untuk mengendalikan diri sendiri.