Ketika si kecil muntah, jangan langsung panik Milk Lovers. Sebaiknya perhatikan dulu apa yang terjadi. Bagaimanapun juga, ada perbedaan yang mendasar antara gumoh dan muntah, jika merujuk kepada suatu kondisi ketika ada sesuatu yang keluar dari mulut si kecil.

Berikut merupakan perbedaan antara gumoh dan muntah.

Gumoh

Gumoh merupakan kondisi ketika si kecil muntah atau mengeluarkan kembali ASI setelah disusui. Biasanya, jumlah gumoh tidak terlalu banyak, paling hanya 10 ml. Biasanya, cairan yang dikeluarkan ini akan mengalir dari mulut bayi, dan terjadi tanpa disertai dengan kontraksi otot dinding perut.

Perlu anda ingat, gumoh merupakan sebuah proses alami yang berguna untuk mengeluarkan udara yang tertelan ketika si kecil minum ASI. Biasanya, gumoh ini terjadi kepada bayi yang baru berusia minggu hingga beberapa bulan. Kebiasaan ini akan hilang dengan sendirinya sejalan dengan bertambahnya usia.

Lantas, bagaimana cara supaya si kecil tidak gumoh?

Sebelumnya, perlu anda ketahui jika gumoh tidak berbahaya. Ketika si kecil gumoh, segera pangku dan posisikan si kecil miring atau tegak. Hal ini dilakukan supaya cairan yang keluar dari mulut si kecil tidak masuk ke hidung atau masuk kembali sehingga menyebabkan si kecil tersedak.

Untuk menghindari gumoh, sebaiknya sendawakan si kecil sesaat setelah berhenti disusui. Caranya, pangku si kecil dengan posisi dagu berada di pundak kita dan tubuhnya lurus, kemudian tepuk-tepuk bagian punggung si kecil hingga sendawa.

Muntah

Muntah merupakan sebuah kondisi yang hampir mirip dengan gumoh, tapi volume cairan yang keluar lebih banyak. Selain itu, cairan yang dikeluarkan si kecil pun akan cenderung menyembur, dan disertai dengan kontraksi otot dinding perut. Terkadang, cairan muntah ini akan dikeluarkan juga lewat hidung.

Berbeda dengan gumoh, muntah biasanya terjadi kepada bayi yang berusia di atas 2 bulan dan bisa terjadi hingga sepanjang usia. Perlu anda ketahui, muntah merupakan salah satu tanda telah terjadi masalah atau adanya gangguan kesehatan yang mengarah kepada sistem pencernaan si kecil.

Apakah muntah berbahaya?

Dalam kondisi normal, muntah bisa saja tidak berbahaya. Kondisi ini bisa saja terjadi ketika si kecil masuk angin, atau makan terlalu banyak. Hanya saja, kalau cairan yang dimuntahkan berwarna kehijauan, dan bahkan sudah ada bercak darah, kondisi ini perlu anda waspadai.

Selain itu, jika si kecil muntah dan berlangsung lebih dari 24 jam tanpa tanda-tanda perbaikan, muntah disertai demam, serta si kecil menolak untuk makan, segera bawa si kecil ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.