Intoleransi laktosa merupakan kondisi ketika tubuh anak tidak memproduksi enzim laktase dalam jumlah yang cukup, sehingga sistem cerna anak cenderung kesulitan untuk mencerna laktosa menjadi bagian yang lebih kecil, misalnya glukosa dan galaktosa.

Intoleransi laktosa sendiri biasanya akan mulai muncul saat anak berusia sekitar 3 tahun. Ada beberapa gejala anak mengalami intoleransi laktosa, diantaranya mual hingga muntah setelah mengonsumsi susu, mengalami kram perut, diare, perut kembung dan bergas.

Kenapa Si Kecil Mengalami Intoleransi Laktosa?

Menurut dokter spesialis anak, dr. Vicka Farah Diba, Msc, SpA, anak yang diberi susu formula cenderung lebih sering menderita intoleransi laktosa. Maka dari itu, pemberian ASI eksklusif sangat penting untuk dilakukan. Setelah mengenal MP-ASI (usia 6 bulan), baru boleh diberi konsumsi susu formula.

Selain faktor tidak mendapatkan asupan ASI yang cukup, ada beberapa faktor lainnya yang menyebabkan anak mengalami intoleransi laktosa, diantaranya adalah :

  1. Meningkatnya usia, biasanya terjadi sekitar usia 3 tahun. Meskipun begitu, intoleransi laktosa terkadang muncul saat anak sudah berusia dewasa.
  2. Faktor etnis cukup dominan dalam menyebabkan intoleransi laktosa. Menurut penelitian, anak yang berasal dari orangtua Afrika, Spanyol, Asia, Amerika dan keturunan India, lebih mungkin mengidap kondisi ini.
  3. Kelahiran prematur menyebabkan Si Kecil terlahir dalam kondisi kekurangan laktase karena usus kecil yang belum terbentuk sempurna.
  4. Si Kecil mengalami masalah usus kecil, termasuk disebabkan karena pertumbuhan bakteri yang berlebihan, penyakit Crohn dan celiac.
  5. Si Kecil sedang menjalani terapi radiasi untuk kanker perut atau memiliki komplikasi usus akibat kemoterapi, dan kondisi medis lainnya terkait kesehatan usus.

Untuk memastikan Si Kecil mengalami intoleransi laktosa atau tidak, cobalah untuk menghindari semua produk susu selama 2 minggu. Jika gejala intoleransi laktosa di atas tidak tampak lagi, sekarang cobalah untuk memberikan kembali produk susu dalam jumlah yang kecil.

Jika ternyata gejala intoleransi muncul kembali, bisa dipastikan Si Kecil memang mengidapt intoleransi laktosa. Untuk lebih jelasnya, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter. Biasanya, dokter akan melakukan hydrogen breath test untuk memastikannya.

Jangan lupa, mintalah saran kepada dokter mengenai apa saja yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah intoleransi laktosa pada anak ini.