Walaupun pembengkakan pada leher karena penyakit gondok jarang mengakibatkan timbulnya rasa sakit, bukan berarti Milk Lovers bisa menyepelekan kondisi ini, lho. Apalagi jika Milk Lovers sedang mengandung. Bahkan, penyakit gondok harus segera ditangani oleh tenaga medis ahli untuk menyembuhkannya.

Selama hamil, Milk Lovers perlu menyadari bahwa kondisi tubuh Milk Lovers lebih berisiko terserang penyakit karena kekebalan tubuh yang lebih rentan. Dan salah satu risiko penyakit yang bisa menyerang adalah penyakit gondok, yaitu kondisi yang diakibatkan oleh gangguan hormon tiroid.

Jangan sampai Milk Lovers menyepelekan penyakit ini, apalagi selama kehamilan, ya! Karna penyakit gondok bisa mengakibatkan risiko gangguan baik pada kandungan maupun janin yang ada di dalam rahim, seperti:

  • Berat badan bayi rendah saat lahir.
  • Risiko bayi lahir secara prematur.
  • Risiko keguguran.
  • Meningkatnya tekanan darah ibu hamil.

Gejala Gondok Pada Ibu Hamil

Orang-orang yang terserang penyakit gondok sebenarnya menunjukkan gejala yang berbeda-beda. Artinya, gejala yang ditunjukkan tidak harus selalu sama antara satu orang dengan orang yang lain. Meski demikian, Milk Lovers bisa mewaspadai tanda-tanda penyakit gondok yang paling umum berikut ini:

  • Sesak napas.
  • Muncul pembengkakan pada bagian leher.
  • Sensasi tidak nyaman di tenggorokan.
  • Kesulitan saat menelan.
  • Morning sickness yang berlebihan.
  • Tubuh terasa lemas.

Yang perlu Milk Lovers waspadai juga adalah gejala penyakit gondok yang umumnya sulit dideteksi pada ibu hamil. Karena itu, jika Milk Lovers menemukan tanda-tanda seperti adanya benjolan pada leher, serta gejala-gejala seperti yang sudah disebutkan di atas, Milk Lovers jelas perlu berkonsultasi dengan dokter sesegera mungkin. Dengan begitu, dokter pun bisa melakukan beberapa prosedur pemeriksaan yang dibutuhkan untuk membantunya membuat diagnosis yang tepat, seperti pemeriksaan hormon, USG tiroid, dan biopsy.

Pengobatan Penyakit Gondok

Apabila Milk Lovers sudah positif didiagnosis dengan penyakit gondok, dokter pun bisa memberikan prosedur atau langkah pengobatan yang sesuai dengan kondisi Milk Lovers. Misalnya, jika Milk Lovers ternyata memiliki kadar tiroid yang tinggi, dokter pun akan meresepkan obat antitiroid yang tujuannya adalah menghambat produksi hormon yang bisa memicu peningkatan kadar tiroid. Jenis obat antitiroid yang diberikan pada trimester pertama biasanya adalah antitroid Methimazole dan propiltiourasil (PTU). Sedangkan untuk Milk Lovers yang didagnosis dengan gondok karena kadar hormon tiroid yang rendah, dokter biasanya akan meresepkan obat seperti levitiroksin.

Jika obat yang diberikan dokter mengakibatkan efek samping, pemberiannya pun perlu dihentikan dengan segera. Karena itu, Milk Lovers perlu memerhatikan dengan seksama kondisi tubuh sebelum dan sesudah mengonsumsi obat dari dokter, ya. Jadi, jika ada hal yang tidak biasa, Milk Lovers bisa segera konsultasikan dengan dokter agar dokter dapat mencari cara terbaik dalam mengobati Milk Lovers.

Kalau ukuran gondok yang dimiliki terbilang besar dan sampai mengganggu pernapasan, dokter biasanya akan meminta pasien untuk menjalani prosedur operasi pengangkatan tiroid.

Mencegah Penyakit Gondok

Mencegah pastinya lebih baik dan murah daripada mengobati; benar kan, Milk Lovers? Nah, Milk Lovers tak perlu cemas karena penyakit gondok bisa dicegah dengan cara yang mudah, kok. Beberapa langkah pencegahan penyakit gondok misalnya:

  • Vaksinasi sebelum atau saat merencanakan kehamilan.
  • Menjaga kebersihan dan rajin mencuci tangan.
  • Mencukupi jumlah konsumsi yodium. Karena masing-masing orang memiliki kadar tiroid yang berbeda-beda, Milk Lovers perlu konsultasikan tentang hal ini terlebih dahulu dengan dokter. Sebab, jika ternyata Milk Lovers punya kadar tiroid tinggi, makanan dengan kandungan yodium tinggi pun harus dikurangi, seperti rumput laut, ikan laut, udang, dan garam dengan kandungan yodium tinggi.

Sedangkan jika kadar tiroid Milk Lovers ternyata rendah, dokter pun akan anjurkan konsumsi makanan yang kaya akan kandungan yodium lebih banyak demi mencukupi kebutuhan hormon tiroid di dalam tubuh.