Selain daging sapi, daging kambing menjadi salah satu jenis daging yang digemari masyarakat Indonesia. Meski begitu, beberapa orang masih ragu mengonsumsinya, termasuk ibu hamil. Mereka masih mengira daging kambing berpotensi meningkatkan kolesterol hingga tekanan darah.

Benarkah demikian? Apa masih ada kesempatan bagi perempuan mengonsumsi daging kambing meski sedang mengandung?

Konsumsi Daging Kambing untuk Ibu Hamil

Milk Lovers yang baru memasuki masa kehamilan memang harus ekstra hati-hati saat memilih makanan. Salah makan saja bisa berisiko menggugurkan janin dalam rahim. Hal ini berlaku buat Milk Lovers yang doyan makan daging kambing dan mencari cara aman agar bisa tetap menyantapnya tanpa mengganggu perkembangan si Kecil.

Daging kambing sesungguhnya aman, lho, buat ibu hamil. Hanya saja porsinya harus Milk Lovers atur supaya kadar kolesterol dan lemak jenuh tidak naik drastis. Risikonya akan semakin besar apabila Milk Lovers punya penyakit jantung dan obesitas.

Mengonsumsi daging kambing dalam jumlah tepat akan memenuhi kebutuhan nutrisi ibu hamil seperti:

  • Protein. Kandungan protein dalam daging kambing dapat membantu perkembangan jaringan pada janin dan meningkatkn fungsi otaknya;
  • Zat besi. Asupan zat besi yang terpenuhi akan meningkatkan produksi hemoglobin, sehingga Milk Lovers akan terhindar dari anemia;
  • Zink. Tingginya zink pada daging kambing rupanya membantu membangun sistem kekebalan tubuh dan pertumbuhan janin secara menyeluruh;
  • Vitamin B12. Vitamin B kompleks, termasuk B12, pada daging kambing akan membentuk sistem saraf sehat dan sel darah merah yang baik pada janin maupun ibu hamil.

Tips Aman Makan Daging Kambing Selama Hamil

Seperti yang disebutkan sebelumnya, kalori dan kolesterol pada daging kambing perlu diwaspadai Milk Lovers selama masa kehamilan. Ada pun cara aman mengonsumsinya antara lain:

  • Dampingi daging kambing dengan air putih, sayuran dan buah kaya kalsium. Ketiganya akan mengimbangi asupan kolesterol dan kalori, sekaligus menjaga tumbuh kembang si Kecil dalam janin;
  • Perhatikan juga cara Milk Lovers mengolah daging kambing. Dalam hal ini, daging kambing harus dimasak matang sempurna untuk menghindari serangan bakteri. Masak daging tersebut dengan suhu minimal 63oC;
  • Ingin membuat gulai, sate, atau tongseng? Sebaiknya goreng dulu daging kambing tersebut. Mengolah daging menggunakan santan justru akan meningkatkan kadar kolestrol beserta lemak jenuh. Kalori berlebih juga akan meningkatkan peluang obesitas yang jelas membahayakan ibu hamil maupun anak yang dikandung;
  • Untuk opsi lebih aman, Milk Lovers dapat memasak daging kambing menjadi tumisan atau sup. Kadar lemak jenuh maupun kalori dalam daging akan tetap terjaga serta aman dikonsumsi.

Nah, mudah-mudahan informasi ini membantu Milk Lovers mengatur asupan makanan yang terbuat dari daging kambing selama hamil tanpa mengganggu kesehatan.