Selama ini diabetes dikenal sebagai penyakit yang menyerang orang dewasa, dan lanjut usia. Tapi hati-hati, akibat dari gaya hidup yang buruk, faktor keturunan dan meningkatnya angka obesitas di usia remaja, secara otomatis telah membuat jumlah penderita diabetes di usia muda makin meningkat.

Menurut data dari WHO, kasus diabetes di kalangan anak mudah berusia 18 tahun mengalami peningkatan yang cukup pesat. Jika di tahun 80an jumlahnya hanya sekitar 4,7%, di tahun 2014 silam data ini meningkat hingga 8,5%.

Sementara menurut American Diabetes Association, rata-rata sekitar 5 ribu anak mudah di bawah usia 20 tahun, divonis menderita diabetes tipe 2 setiap tahunnya.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Diabetes Care, menyebut jika potensi diabetes di usia 20 tahun, akan mengalami peningkatan hingga 49% di tahun 2050, dan diperkirakan akan jadi penyebab kematian ke-7 terbesar secara global di tahun 2030.

Bagaimana di Indonesia?

Menurut data Infodatin 2013 milik Kemenkes RI, penderita diabetes usia muda di Indonesia sudah dimulai sejak usia 15 tahun. Jumlahnya sendiri tergolong cukup fantastis, sekitar 12 juta jiwa atau sekitar 6,9%  dari total seluruh penderita diabetes di Indonesia.

Sementara anak muda usia 15 tahun yang mengalami prediabetes, jumlahnya sudah mencapai 116 juta jiwa. Jika tidak dilakukan upaya penanganan yang serius, penderita prediabetes ini sangat mungkin untuk berkembang jadi diabetes tipe 1 dan 2.

Yang paling menarik, data dari Kemenkes pun menyebut jika sekitar 8 juta orang yang masuk dalam kategori remaja, dimungkinkan sudah terkena diabetes, tapi mereka tidak menyadarinya sehingga data ini luput dari catatan riset kesehatan kemenkes.

Mengenai faktor penyebabnya, diabetes yang dialami remaja di Indonesia masih didominasi oleh faktor keturunan. Selain itu, faktor gaya hidup yang buruk pun turut andil meningkatkan risiko diabetes, dan meningkatkan kategori prediaetes menjadi (positif) diabetes.

Maka dari itu, penting untuk melakukan upaya pencegahan diabetes sejak dini dengan menjauhi makanan dengan kadar gula dan lemak tinggi, perbanyak konsumsi makanan sehat, dan wajib berolahraga untuk menjaga kebugaran, sekaligus mempertahankan bobot tubuh tetap ideal.