Membiasakan anak untuk disiplin sebaiknya dilakukan sejak dini, Milk Lovers. Dengan kedisiplinan, anak akan lebih waspada sebelum menciptakan kesalahan, karena mereka tahu ada hukuman yang menanti. Sayangnya, sebagian orangtua masih mengadaptasi cara-cara keliru yang membuat anak mereka enggan mematuhi perintah. 

Supaya anak-anak Milk Lovers terhindar dari dampak buruk, waspadai metode mendisiplinkan anak yang kurang efektif berikut ini!

  1. Sering membentak atau berteriak

Milk Lovers mungkin kerap kesulitan mengendalikan suara saat menghadapi kebandelan anak. Namun, membentak atau meneriaki mereka bukanlah cara efektif yang harus dilakukan. Pesan yang disampaikan dalam suara tinggi dan meledak-ledak alih-alih dipahami malah menakuti anak dan menyakiti hatinya. Mereka bukannya meresapi perintah Milk Lovers, melainkan bertanya-tanya mengapa Milk Lovers marah sampai tega melukainya secara verbal.

  1. Disertai dengan ceramah panjang lebar

Tidak ada yang salah dengan menasehati anak. Akan tetapi, kalau Milk Lovers sampai menceramahinya dalam jangka waktu panjang, mereka malah bosan dan tak merasakan sensasi jera. Apalagi kalau Milk Lovers terkesan banyak menuntut kepadanya. Jika Milk Lovers ingin anak dapat menyerap nasihat dan jera akan perbuatannya, sampaikanlah pesan-pesan tersebut secara singkat, padat, dan jelas. Paparkan juga alasan supaya mereka tidak mengulangi kesalahannya.

  1. Mengancam atau mempermalukan

Kesalahan selanjutnya yang bisa mengakibatkan dampak fatal terhadap kondisi mental anak adalah lewat mengancam atau mempermalukannya. Ancaman yang tidak disertai dengan tindak lanjut malah akan membuat anak-anak menganggap Milk Lovers kurang serius. Sementara dengan mempermalukan anak, kepercayaan diri mereka akan merosot tajam. Kemudian, mereka juga akan sungkan melakukan sesuatu karena merasa dirinya tidak pantas.

  1. Memakai tindak kekerasan fisik

Senakal apa pun anak, kekerasan tetap tidak dibenarkan, Milk Lovers. Ingatlah dalam masa tumbuh kembang, anak akan selalu meniru apa yang orangtuanya lakukan. Jadi, kekerasan kecil yang Milk Lovers lakukan padanya dapat membekas dan tak menutup kemungkinan akan mereka lakukan saat dewasa nanti. Lalu, mereka juga akan kesulitan dalam mengendalikan emosi. Penyelesaian lewat kekerasan membuat anak berpikir bila tindakan fisik termasuk solusi yang diperbolehkan.

Dalam batas wajar, kenakalan yang disebabkan anak-anak biasanya muncul dari rasa penasaran atau ketidaktahuan. Maka, sudah sepatutnya Milk Lovers menuntaskannya dengan cara yang tidak menyakiti perasaan maupun fisik. Berikan nasehat, bantuan, dan solusi yang mampu mendisiplinkan mereka.