Selama ini, banyak orang hanya menyebut “sapi perah” untuk menunjuk jenis sapi yang biasa dimanfaatkan untuk diambil susunya. Padahal tidak begitu Milk Lovers, jenis sapi perah ini tidak datang dari satu jenis, melainkan datang dari beberapa jenis, berikut keunggulannya masing-masing.

Nah, biar kamu nggak kudet,  mendingan kita simak yuk beberapa jenis sapi perah yang cukup populer dan mampu menghasilkan banyak susu.

Sapi Brown Swiss

Ketimbang jenis sapi lainnya, sapi jenis brown swiss ini mampu menghasilkan  susu yang cukup banyak. Walaupun begitu, karena sapi ini termasuk dalam golongan sapi penghasil susu dengan lemak dan protein tinggi, produk susu sapi brown swiss lebih bagus dijadikan sebagai bahan pembuat keju.

Sapi perah jenis brown swiss memiliki ciri khas bertubuh besar, terlihat gagah dengan posturnya yang tegap, warna putih mulus dengan tubuh yang lebih panjang ketimbang jenis lainnya.

Sapi Aryshire

Sapi perah jenis aryshire cukup populer dikalangan peternak karena mampu menghasilkan susu yang melimpah. Selama hidupnya, sapi aryshire sanggup menghasilkan susu sekitar 14 ribu liter dengan kandungan lemak  sekitar 3,8 persen.

Sapi perah jenis aryshire bisa dikenali dari ciri fisiknya yang tinggi besar, ekor panjang dengan bulu lebat dan kulit berwarna kombinasi putih dan coklat tua.

Sapi Guernsey

Kandungan vitamin A, protein dan lemak dalam sapi perah guernsey tergolong tinggi. Hal ini tergambar dari produk susunya yang cenderung berwarna kuning agak keputihan. Dengan karakteristik ini, susu yang dihasilkan sapi guernsey sangat cocok digunakan sebagai bahan baku pembuatan mentega.

Secara fisik, sapi jenis guernsey memiliki tubuh yang lebih kecil ketimbang sapi perah lainnya, tapi termasuk sapi yang lebih cepat masuk masa dewasa dan siap menghasilkan susu.

Sapi Holstein

Sapi ini dikenal sebagai idola para peternak karena mampu menghasilkan susu. Di negara kita sapi jenis ini mampu menghasilkan susu 20 liter per hari, tetapi rata-rata produksinya hanya sekitar 10 liter per hari atau 3.050 kg susu dalam 1 kali masa laktasi. Sapi ini merupakan ras sapi yang pertama kali dikembangkan di Belanda, dan disebarkan ke seluruh penjuru dunia.

Ciri fisik sapi ini terlihat dari tubuhnya yang besar, dengan kantong susu yang juga besar, ekor panjang, bulu lebat dan warna kulit kombinasi putih hitam menggemaskan.

Sapi Jersey

Walaupun hanya menghasilkan susu yang sedikit dan bentuk fisiknya yang kecil, tapi sapi jersey layak diperhitungkan karena mampu memproduksi susu dengan kandungan lemak yang tinggi. Selain itu, sapi ini pun relatif lebih murah dalam perawatan dan pemberian pakan.

Nah itu dia beberapa jenis sapi perah yang umumnya dimiliki para peternak sapi, lengkap dengan kelebihannya masing-masing. So, kalau kamu lebih suka sapi yang mana, Milk Lovers?