Ada orang yang terlihat sangat tenang. Dalam kondisi apapun, dia selalu menebar senyum dan langkahnya selalu tepat. Tapi beberapa orang malah terlihat emosional, terkadang kekuatan fisik terlalu diutamakan hingga akhirnya kerap menghasilkan masalah baru yang lebih besar.

Nah Milk Lovers, jika kamu termasuk orang yang sulit mengendalikan emosi, dan kerap bertindak bodoh saat emosi memuncak, sebaiknya coba yuk cara efektif mengendalikan emosi berikut ini.

Tenangkan Diri

Saat emosi mulai memuncak, bisa karena kesalahan orang lain atau karena mood kamu yang sedang buruk, sebaiknya carilah tempat menyendiri. Tarik nafas dalam-dalam, kemudian keluarkan secara perlahan untuk membuat kamu sedikit rileks.

Setelah itu, coba perhitungkan dari berbagai sisi apa manfaat yang bisa kamu ambil dari marah-marah. Tidak ada kan? Jika sudah menyadari ini, maka stop marah-marah sekarang juga!

Berempati

Selain harus menenangkan diri, kamu pun wajib belajar berempati pada orang lain. Misal, saat sedang buru-buru dan di depan ada pengayuh becak yang jalannya lambat. Ketimbang membunyikan klakson kecang-kencang, mendingan fokus pada jalan dan cari celah untuk mendahului dengan aman.

Saat ingin marah, coba bayangkan bagaimana jika kamu yang berada di posisi si abang becak. Ingat, mereka juga sedang mencari nafkah, meksipun perjuangannya jauh lebih berat daripada kamu.

Ingat dampak negatifnya

Kamu marah pada bawahan yang kerjanya tidak rapi. Tidak cukup dengan umpatan dan hinaan, kamu pun menebar ancaman yang cukup mengerikan jika dia masih melakukan kesalahan yang sama.

Nah, sebelum kamu marah-marah seperti kondisi di atas, coba pikirkan dampak negatifnya. Marah-marah, malah akan membuat kamu dipandang sebagai atasan yang buruk, dan masalah pun belum tentu bisa diselesaikan. Harusnya, coba jelaskan apa kesalahannya, dan minta dia untuk segera memperbaikinya.

Maafkan dan Lupakan

Terkadang, kamu akan mudah tersulut emosi saat orang yang kurang kita sukai melakukan kesalahan. Dibanding dengan orang yang dekat atau kita sukai, kadar marahnya akan jauh lebih besar, meskipun mereka sama-sama melakukan kesalahan.

Solusinya, sebaiknya kamu belajar jadi seorang pemaaf, dan lupakan kesalahan orang. Dengan begitu, kamu tidak akan memendam dendam, dan reaksi emosional pun bisa dikurangi. Selamat mencoba!