Ask The Expert

Pertanyaan

Mata minus dan mata plus

6 bulan lalu

apa perbedaan mata minus dan mata plus


Pakar Menjawab
dr. Gwenda Dellagusta Jumat, 11 Januari 2019

Selamat pagi.

Mata minus terjadi akibat adanya gangguan refraksi, yaitu sumbu mata (jarak kornea-retina) terlalu panjang atau daya bias kornea, lensa atau akuos humor (cairan bilik mata) terlalu kuat.

Penanganan mata minus adalah dengan mengkoreksi penglihatan dengan memakai kacamata, lensa kontak, atau operasi lasik.

Kadar minus seseorang masih dapat berubah hingga kira-kira usia 18 tahun. Pada beberapa orang, koreksi yang disiplin seperti selalu memakai kacamata dapat menurunkan kadar minus.

Selain itu, untuk mencegah kadar minus bertambah tinggi, lakukan hal-hal berikut:

  1. Pertahankan jarak yang cukup antara mata dan objek saat membaca buku, menulis, menonton TV, dan melihat layar gadget
  2. Pastikan pencahayaan yang cukup saat melakukan aktivitas di atas
  3. Batasi waktu untuk melakukan aktivitas di atas
  4. Istirahatkan mata setiap 30 menit dengan memandang jauh ke luar ruangan
  5. Lakukan pemeriksaan kontrol berkala dengan dokter spesialis mata

Sedangkan pada mata yang mengalami rabun dekat atau hiperopia atau hipermetropia, cahaya yang seharusnya dipantulkan tepat pada retina dipantulkan di belakang retina. Hal ini terjadi karena kornea terlalu datar atau kurang melengkung, lensa mata kurang tebal, dan bola mata terlalu pendek. Akibatnya, penglihatan jarak dekat akan menjadi kabur dan mata akan menjadi mudah lelah.

Beberapa penyebab rabun dekat adalah:

  • faktor keturunan, biasanya dialami sejak usia kanak - kanak
  • faktor usia, biasanya dialami oleh orang yang berusia di atas 40 tahun
  • penyakit seperti tumor mata atau tumor di sekitar mata, kelainan pembuluh darah retina, gangguan perkembangan mata janin saat di dalam kandungan, diabetes melitus, hipertensi, dll

Penanganan rabun dekat adalah dengan mengkoreksi penglihatan dengan:

  • Kacamata lensa cembung atau positif (+)
  • Lensa kontak
  • Pembedahan laser untuk mengubah lengkungan kornea, seperti LASIK, LASEK, dll

Untuk mencegah rabun dekat semakin parah, lakukan hal-hal berikut:

  • Pola makan sehat
  • Memeriksakan kondisi mata secara rutin
  • Pastikan pencahayaan yang cukup, terutama saat membaca buku, menulis, menonton TV, dan melihat layar gadget
  • Mengendalikan gangguan kesehatan kronis seperti diabetes dan tekanan darah tinggi.
  • Hindari merokok

Pada anak, rabun dekat dapat menyebabkan beberapa komplikasi seperti ambliopia atau mata malas, strabismus atau mata juling, dan penglihatan ganda atau diplopia.

Kebanyakan gangguan penglihatan pada anak-anak masih bisa disembuhkan, itu sebabnya penting untuk mendeteksi sejak dini dengan melakukan pemeriksaan mata pada anak-anak secara rutin.

Semoga dapat membantu.

Pertanyaan Lainnya

Batas minum susu

ada ngga sih batasan bagi kita untuk minum susu dalam satu hari? dan jika melampaui batas, apa akibatnya?

Atsirudy Wibowo 8 bulan lalu
Agar tidak mudah tertular dan pilek

Anak saya selalu terkena flu karena tertular di sekolah, bagaimana cara mencegahnya,karena saya telah memberi multivitamin dll tetapi tetap tidak berhasil.

Nadia Susan 8 bulan lalu
Menghitung kebutuhan kalori harian

Bagaimana menghitung kebutuhan kalori yang harus saya makan tiap hari ?

Nadia Susan 8 bulan lalu
Apakah pneumonia menular?

Apakah pneumonia menular?

Nadia Susan 8 bulan lalu
Penyebab stroke

penyebab stroke apa?

Lia Rusliani 8 bulan lalu

Ayo bertanya seputar kesehatan ke pakarnya!

Konsultasikan Kesehatan dan Nutrisi Milk Lovers bersama dr. Gwenda Dellagusta.